Sabtu, 29 Agustus 2015

30 Jenis Penyakit Menular, Penyebab dan Pencegahannya

Penyakit menular adalah penyakit yang dapat ditularkan atau berpindah dari orang yang sakit ke orang yang sehat atau belum terkena penyakit menular tersebut. Penularan penyakit tersebut dapat terjadi baik melalui perantara maupun secara langsung. Berikut ini beberapa daftar penyakit menular yang dapat kami rangkum untuk anda :

 1. Influenza

Influenza atau yang lebih umum dikenal dengan flu adalah penyakit menular yang paling umum diderita oleh orang-orang. Influenza ini disebabkan oleh virus. Virus influenza adalah virus yang setiap waktunya bermutasi, sehingga sistem imunitas tubuh sulit mendeteksi virus yang satu ini. Karena sulitnya sistem imun tubuh mendeteksi virus influenza ini, maka tubuh cenderung lebih mudah terkena flu. Bahkan tubuh dapat beberapa kali terkena flu dalam waktu yang berdekatan.
Media Penularan
Flu dapat ditularkan melalui sistem pernapasan juga melalui air ludah. Maka jika kita berdekatan dengan orang yang sedang flu, kemungkinan kita tertular flu sangatlah besar. Perantara udara adalah media penularan flu yang paling cepat.
Cara Pencegahan 
Menjaga daya tahan tubuh agar tidak mudah terserang virus. Misalnya dengan makan teratur, istirahat yang cukup, minum air putih sesuai kebutuhan, berolah raga, dan memiliki gaya hidup yang sehat.Selain itu, menjaga daya tahan tubuh juga dapat juga didukung dengan asupan vitamin terutama Vitamin C yang bisa didapatkan di buah-buahan maupun vitamin yang dijual di toko-toko.
Pencegahan lainnya adalah dengan menggunakan masker ditempat umum, terutama bagi yang menderita influenza.

2. Tuberkulosis (TBC)

Tuberkulosis adalah penyakit infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri basil. Bakteri basil yang menginfeksi adalah bakteri basil yang sangat kuat. Akibtanya, akan membutuhkan waktu yang lama untuk mengobati penyakit ini. Bakteri ini 90% cenderung menginfeksi paru-paru jika dibandingkan dengan organ-organ lainnya pada tubuh manusia. Penyakit ini biasanya ditandai dengan batuk terus menerus.
Penularan
TBC adalah penyakit yang menyerang pernapasan. Maka penularannya pun melalui pernapasan. Berdekatan dengan penderita TBC dapat memungkinkan kita untuk tertular. Selain itu, ketika penderita TBC batuk pun, bisa jadi itu merupakan  sarana penularan TBC.
Selain itu, penggunaan barang pribadi secara bergantian dengan penderita TBC aktif, seperti gelas dan sendok pun dapat menjadi jembatan penularan TBC.
Cara Pencegahan
  • Mengurangi kotak dengan penderita TBC aktif. Jika akan kontak pun, gunakanlah masker untuk melindungi pernapasan kita. Serta hindari penggunaan barang pribadi yang bergantian dengan penderita TBC aktif.
  • Pemberian Vaksin BCG (diberikan pada saat balita)
  • Menjaga pola hidup yang baik dengan asupan makanan yang bergizi dan olah raga teratur.

3. Muntaber

Muntaber adalah penyakit peradangan usus yang disebabkan oleh virus, bakteri, ataupun parasit lain seperti jamur, protozoa dan cacing. Selain karena itu, muntaber juga dapat disebabkan oleh keracunan makanan atau minuman yang mengandung bakteri atau zat kimia.  Bakteri yang biasanya merupakan penyebab dari muntaber adalah bakteri Escherichia Coli.
Kondisi lingkungan, terutama sanitasi air yang tidak bersih merupakan salah satu faktor besar dalam penyebaran penyakit ini.
Penularan
  • Melalui cairan dari mulut (muntah) yang tidak dibersihkan dengan baik
  • Melalui sisa kotoran yang menyebar di air yang dgunakan
  • Melalui saluran air. Terutama jika sanitasi air di lingkungan sekitar masih buruk.
  • Lingkungan yang tidak bersih atau sedang dalam kondisi seperti banjir yang tidak memungkinkan memiliki air bersih.
Cara Pencegahan
  • Menjaga asupan makanan yang dikonsumsi secara cukup dan seimbang
  • Penggunaan air bersih untuk kegiatan sehari-hari terutama air minum
  • Mencuci tangan secara teratur untuk menghindari bakteri menempel pada tangan. Terutama sebelum dan setelah makan
  • Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan sekitar
  • Membuang tinja pada tempatnya dan membersihkan dengan baik
  • Mencuci seluruh bahan makanan sebelum masuk proses pemasakan
  • Menjaga kebersihan peralatan makan dan minum

4. Cacar Air

Cacar air adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zosteryang menimbulkan bintik kemerahan di kulit yang menggelembung maupun tidak, melepuh, dan terasa gatal. Masa inkubasi virus penyebab cacar ini sekitar 2-3 minggu. Biasanya awal gejala ditandai dengan naiknya suhu tubuh.
Penularan                           :
  • Cacar air dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita. Seperti berjabat tangan, atau bersentuhan langsung dengan gelembung bintik yang pecah.
  • Cacar air juga dapat menular melalui udara. Misalnya, saat penderita cacar bernapas, bersin, atau batuk dan terhirup oleh udara ke arah kita, kita dapat tertular cacar air.
  • Melalui barang pribadi penderita, seperti pakaian
Cara Pencegahan
  • Melakukan vaksinasi cacar air
  • Menjaga kebersihan diri sendiri, pakaian, dan lingkungan
  • Mengkonsumsi makanan bergizi
  • Menghindari sumber penularan cacar air

5. Tifus

Tifus adalah penyakit infeksi pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri salmonella.Biasanya ditandai dengan demam yang suhunya naik secara bertahap hingga membuat pendeita menggigil. Biasanya demam terjadi di malam hari dan mereda, kemudian akan naik lagi di malam berikutnya. Gejala yang lain dapat berupa  sakit kepala, sakit di bagian perut, denyut jantung menurun, sampai kehilangan nafsu makan.
Penularan
  • Melalui makanan yang tercemar bakteri salmonella. Ini bisa terjadi karena sumber makanan yang tidak sehat ataupun pembersihan yang tidak baik sebelum bahan makanan tersebut dimakan. Bahkan pada sebagian kasus, ada yang disebabkan menempelnya lalat pada makanan yang sebelumnya hinggap di tinja atau kotoran milik penderita tifus. Akhirnya lalat tersebut menjadi perantara penularan tifus.
  • Melalui tangan dan kuku yang tidak bersih, sehingga tanpa kita sadari bakteri salmonella yang bisa saja terdapat pada tangan dan kuku kita masuk ke dalam mulut.
  • Melalui air yang digunakan untuk minum atau mencuci piring dan gelas dan peralatan makan lainnya. Untuk itulah beberapa ahli mengatakan bahwa bahaya air minum isi ulang wajib diwaspadai.
  • Melalui kulit. Bakteri ini dapat masuk lewat kulit yang terkoyak akibat luka. Bisa luka bekas operasi, terjauth, atau luka lainnya.
  • Tifus juga dapat menular melalui lingkungan yang tidak bersih.
Cara Pencegahan
  • Memastikan kebersihan bahan makanan sebelum memasaknya
  • Mencuci tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makanan
  • Membersihkan luka dan segera mengobatinya
  • Hindari jajan di pinggir jalan yang terlihat tidak higienis
  • Menjaga daya tahan tubuh.
  • Memakan makanan untuk penyakit tifus.

6. Campak

campakCampak adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus yang termasuk ke dalam golongan paramixovirus. Campak sangat menular. Biasanya gejalanya berupa naiknya suhu tubuh, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri otot, hingga ruam pada kulit. Gejala ini muncul sekitar 7-14 hari setelah terinfeksi virus.
Penularan
Campak menular melalui cairan ludah dari penderita ketika batuk ataupun bersin.
Cara Pencegahan
Melakukan vaksinasi ketika masih usia balita.

7. Pneumonia

Pneumonia atau radang paru-paru adalah suatu peradangan yang disebabkan oleh bakteri, virus, maupun parasit lainnya. Peradangan terjadi pada pulmonary alveolus (alveoli) yang seharusnya bertugas untuk menyerap oksigen dari atmosfer. Akan tetapi karena terjadinya peradangan, organ ini menjadi terisi cairan sehinggapenyerapan oksigen terganggu dan menyebabkan sulit bernapas. Gejalanya dmulai dari demam, batuk, hingga mengalami kesulitan bernapas.
Penularan
Melalui udara yang tercemar oleh bakteri, virus, atau parasit penyebab pneumonia. Begitu juga udara yang terpapar penyebab pneumonia yang berasal dari penderita.
Cara Pencegahan
  • Mengenakan masker atau pelindung pernapasan apabila dekat dengan sumber risiko penularan pneumonia.
  • Menjaga daya tahan tubuh agar tetap kuat melawan semua virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

8. Hepatitis

Hepatitis adalah penyakit menularyang menyerang organ hati pada manusia. Disebabkan oleh bakteri serta virus dan tidak bersihnya lingkungan sekitar, sehingga menginfeksi hati dan terjadi peradangan.
Penularan
  • Penularan melalui oral atau masuknya penyebab hepatitis ke dalam saluran pencernaan melalui makanan atau minuman.
  • Melalui cairan tubuh seperti ludah.
  • Melalui kulit, seperti pemakaian jarum suntik bekas, alat tattoo, atau jarum akupuntur bekas penderita.
  • Pemakaian barang pribadi bersamaan, seperti pakaian, dan peralatan makan.
Cara Pencegahan
  • Menjaga kebersihan makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh.
  • Hindari pertukaran cairan tubuh, seperti ludah atau transfusi darah yang belum jelas apakah telah bebas penyakit atau tidak.
  • Hindari pemakaian barang pribadi bersamaan seperti pakaian, alat makan, dan sikat gigi dengan penderita hepatitis.
  • Pastikan anda menggunakan jarum baru ketika melakukan transfusi darah ataupun melakukan akupuntur.

9. Penyakit PES

PES atau yang juga dikenal dengan Pesteurellosis, merupakan penyakit pada tikusdan hewan pengerat lainnya yang disebabkan oleh bakteri dan dapat ditularkan pada manusia. Kutu tikus adalah yang paling sering menjadi perantara dalam penularan penyakit ini. Pada manusia, PES dapat dibedakan menjadi . Yaitu PES Kelenjar Getah Bening, PES Infeksi Luas, Dan PES Pneumonik atau PES Paru-paru.
Penularan
  • Terkena gigitan kutu tikus yang sebelumnya telah menghisap darah tikus dengan penyakit PES.
  • Melalui titik-titik air liur di udara dari penderita PES Paru-paru.
  • Kontak langsung dengan menyentuh luka atau nanah penderita PES.
  • Kontak tidak langsung dengan menyentuh permukaan tanah yang berbakteri.
  • Makanan dan minuman yang tidak bersih dan tercemar bakteri.
Cara Pencegahan     :
  • Membersihkan lingkungan agar tidak terdapat tikus di sekitar rumah.
  • Hindari kontak langsung dengan penderita PES, atau penggunaan masker dan sarung tangan jika ingin melakukan kontak langsung.
  • Menjaga asupan makanan yang bebas dari bakteri.

10. Kolera

koleraKolera adalah penyakit infeksi saluran usus yang akut yang disebabkan oleh infeksi bakteri Vibrio cholerae. Bakteri  dapat masuk ke saluran pencernaan melalui makanan dan minuman yang telah tercemar bakteri ini. Pada saluran usus, bakteri ini mengeluarkan racunnya sehingga tubuh mengalami diare disertai muntah yang hebat. Sebagai akibatnya, tubuh akan masuk pada tahap dehidrasi dalam waktu yang sangat cepat.
Penularan
  • Bakteri ini berkembang biak dan menyebar melalui kotoran manusia. Ketika kotoran berisi bakteri ini mencemari sungai, maka orang-orang yang kontak langsung dengan sungai tersebut dapat tertular. Atau bisa juga melalui ikan yang hidup di sugai tersebut dan ikan itu dikonsumsi oleh manusia.
  • Makanan dan minuman yang tercemar baketri.
Cara Pencegahan
  • Sanitasi lingkungan yang baik. Terutama kebersihan air yang digunakan untuk minum, mandi, mencuci pakaian, alat makan, serta bahan makanan yang akan diolah.
  • Hindari memasak ikan atau kerang setengah matang.
  • Jika keluarga atau kerabat dekat ada yang terinfeksi, pisahkan barang pribadi dan tempat tidur penderita agar tidak mudah menular pada anggota keluarga atau kerabat lainnya.

11. Polio

Penyakit yang menyerang tubuh terutama pada bagian otot dan syaraf yang dapat mengakibatkan pelemahan otot yang bersifat permanen. Akhirnya tubuh dapat mengalami kelumpuhan bahkan hingga kematian. Penyakit ini disebabkan oleh virus polio yang sangat menular.
Penularan
  • Kontak langsung dengan penderita polio.
  • Secara oral melalui ludah penderita polio.
  • Virus masuk melalui mulut dan hidung.
  • Bepergian ke daerah yang masih banyak terjadi polio dengan sistem daya tahan tubuh yang lemah. 
Cara Pencegahan
Vaksin polio ketika masih usia anak-anak.

12. Ebola

Penyakit yang belakangan ini menjadi perbinacangan hangat adalah penyakit yang disebabkan oleh virus mematikan dari genus ebolavirus. Gejala yang terjadi biasanya adalah demam, sakit kepala, nyeri otot, muntah, dan pada akhirnya akan mengakibatkan peradangan hati, rusaknya ginjal, serta turunnya jumlahtrombosit secara drastis. Sampai saat ini vaksin untuk ebola belum dapat ditemukan.
Penularan
Kontak langsung dengan penderita, atau melalui cairan tubuh.
Cara Pencegahan
  • Hindari bepergian ke daerah rawan Ebola
  • Menghindari kontak langsung dengan penderita. Aplagi terkena cairan tubuhnya seperti ludah, kotoran, ataupun keringat.
  • Jika terpaksa harus kontak angsung dengn penderita, gunakan pengaman tubuh seperti sarung tangan dan masker.

13. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndorme)

AIDS adalah penyakit yang menyerang pada sel-sel darah putih yang bertugas untuk membentuk kekebalan tubuh. Akibatnya, daya tahan tubuh menjadi merosot dan sangat mudah dihinggapi berbagai macam penyakit. AIDS dapat menyebabkan kematian.
Penularan
  • Melalui hubugan seksual dengan penderita AIDS
  • Melalui cairan tubuh
  • Melalui transfusi darah
  • Ditularkan oleh ibu yang tengah mengandung pada bayi yang dikandungnya.
Cara Pencegahan
  • Hindari kontak dengan cairan tubuh penderita AIDS, seperti sperma, air liur, air seni, darah, dan cairan tubuh penderita lainnya.
  • Bagi wanita hamil, jauhkanlah diri dari oenderita AIDS, karena akan sangat berbahaya bagi dirinya dan bayi yang dikandungnya.
  • Pemisahan benda-benda pribadi dengan penderita AIDS.

14. DBD (Demam Berdarah Dengue)

DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegeypti Betina. Gejala yang umum terjadi adalah demam tinggi pada beberapa hari, sakit pada persendian, munculnya bintik-bintik merah, turunnya trombosit secara drastis, dan bisa terjadi pendarahan.
Penularan
Ditularkan melalui gigitan nyamuk betina Aedes aegepty betina
Cara Pencegahan
  • Membersihkan genangan air di sekitar rumah agar terbebas dari nyamuk Aedes aegepty.
  • Menutup tempat-tempat penyimpanan air.
  • Menguras bak mandi minimal satu minggu sekali
  • Memebersihkan pekarangan rumah dari barang-barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perkembangan jentik nyamuk.

15. Rabies

Penyakit rabies adalah penyakit yang menyerang sistem syaraf pusat pada manusia maupun hewan berdarah panas. Penyakit ini disebabkan oleh virus rabies, dan ditularkan pada manusia melalui hewan (anjing, kucing, atau kera).
Penularan
  • Melalui gigitan hewan atau luka terbuka.
Cara Pencegahan
  • Menghindari gigitan hewan atau luka terbuka pada hewan.

16. Panu

Tidak disangka penyakit kulit yang sering dianggap ringan ini adalah penyakit menular. Panu menjadikan kulit kita memiliki bercak-bercak putih yang kadang terasa gatal.
Penularan                           :
  • Bisa karena jamur di handuk lembab ataupun tidak menjaga kebersihan tubuh.
  • Tertular dari penderita panu lain.
Cara Pencegahan
  • Menjaga kebersihan tubuh. Cara termudah adalah dengan mandi setiap hari.
  • Menghindari pemakaian handuk secara bergantian.
  • Menjemur handuk setelah dipakai
  • Mencuci handuk minimal satu minggu sekali.

17. Malaria

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi parasit plasmodium. Parasit ini dibawa dan disebarkan oleh nyamuk anopheles. Penderita akan mengalami demam tinggi, menggigil, nyeri bagian tubuh serta mual hingga muntah-muntah.
Penularan
  • Melalui nyamuk anopheles.
Cara Pencegahan
  • Menghindari gigitan nyamuk dengan berbagai cara. Memakai pakaian panjang, atau menggunakan kelambu jika berada di rumah.
  • Konsultasikan dahulu dengan dokter sebelum bepergian ke daerah yang marak terjadi malaria.

18. Cacingan

Cacingan adalah penyakit yang masih marak di Indonesia. Hal ini dapat disebabkan karena kurangnya kesadaran dalam menerapkan pola hidup sehat dan sanitasi yang buruk. Pada penderita cacingan, akan ditemukan cacing pada tubuhnya, biasanya cacing ini dapat dikeluarkan lewat buang air besar, ataupun dari mulut dan hidung.
Penularan
  • Telur cacing dapat masuk melalui kuku dan tangan yang tidak bersih
  • Makanan yang ridak dibersihkan dengan baik sebelum dimasak
Cara Pencegahan
  • Mencuci tangan dengan baik setelah dan sebelum beraktifitas di luar rungan, begitu juga ketika akan makan.
  • Memastikan kebersihan makanan sebelum dimasak
  • Memotong kuku dan tidak membiasakan memanjangkan kuku
  • Rutin membersihkan WC setiap hari
  • Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan

19. Toksoplasmosis

toksoplasmosisPenyakit ini disebabkan oleh parasit jenis protozoa dari kelas Toxoplasmea. Infeksi parasit ini menyebabkan peradangan bada beberapa oran tubuh seperti kulit, kelenjar getah bening, jantung, paru-paru, bahkan otak dan selaput otak. Biasanya ditularkan melalui hewan seperti kucing, anjing dan hewan lainnya.
Penularan
  • Melalui tinja kucing atau kotoran hewan perantara lain yang terkontaminasi ookista toxoplasma.
  • Kontak langsung kulit dengan hewanperantara yang terluka.
  • Penularan dari ibu hamil kepada bayi yang masih dikandungnya.
Cara Pencegahan
  • Memasak makanan dan minuman dengan sempurna
  • Mengobati atau menghindari hewan perantara yang sakit
  • Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan sekitar

20. Disentri Hasiler

Bakteri patogen menjadi penyebab infeksi pada usus besar dan menjadikan tubuh terkena disentri hasiler. Gejala wal biasanya demam tinggi, mual muntah, diare hebat hingga keluar lendir dan darah bersamaan dengan kotoran.
Penularan
  • Karena kuman dan bakteri patogen yang masuk ke dalam sistem pencernaan melalui mulut.
Cara pencegahan
  • Memastikan seluruh makanan yang akan dimakan bersih
  • Mencuci tangan secara teratur terutama setelah beraktifitas, dan sebelum juga setelah makan
  • Menjaga kebersihan diri dan lingkungan
  • Memasak air minum
  • Tidak menggunakan air mentah dalam masakan

21. Tetanus

Tetanus disebabkan oleh kuman Clostridium tetani yang menginfeksi luka yang terbuka. Biasanya menimbulkan kejang-kejang yang dapat berulang.
Penularan
  • Melalui luka yang terbuka atau terdapat benda-benda asing pada luka tersebut.
Cara Pencegahan
  • Membersihkan luka sesegera mungkin
  • Mengobati luka
  • Imunisasi

22. Konjungtivitis (Penyakit Mata Merah)

Penyakit yang menyebabkan mata memerah karena infeksi bakteri. Biasanya menyebabkan mata menjadi bengkak, terasa sakit, dan mengeluarkan kotoran dalam jumlah banyak yang biasanya berwarna kuning atau kehijauan.
Penularan
  • Kontak langsung dengan penderita konjungtivitis. Misalnya tangan penderita dipakai mengusap matanya, lalu dipakai berjabat tangan dengan kita dan tanga kita menyentuh mata kita sendiri.
  • Virus yang terbawa oleh udara. Karena itu penderita konjungtivitis ini disarankan beristirahat di rumah dan menghindari bertemu orang banyak agar tidak menulari orang lain.
Cara Pencegahan
  • Hindari kontak langsung dengan penderita kongjungtivitis
  • Memelihara kesehatan mata

23. SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome)

SARS adalah gangguan infeksi akut pada sistem pernapasan yang dapat menyebabkan kematian pada penderitanya.
Penularan
  • Virus ini dapat menyebar melalui udara.
Cara Pencegahan
  • Hindari berdekatan apalagi kontak langsung secara intensif dengan penderita SARS
  • Pemakaian masker sebagi pelindung pernapasan
24. Rubella
Rubella adalah campak Jerman yang disebabkan oleh virus rubella. Umumnya penyakit ini menjangkiti anak-anak dan remaja. Gejala yang dialami penderita rubella biasanya adalah demam, iritasi ringan pada mata, hidung tersumbat, mual dan mntah, munculnya ruam di kulit yang menyebar, membengkaknya kelenjar getah bening, sertanyeri sendi.
Penularan
  • Menular melalui titik-titik air di udara yang berasal dari batuk atau bersin penderita rubella.
Cara Pencegahan
  • Hindari kontak dengan penderita rubella, terutama ibu hamil.
  • Pindahkan penderita ke ruangan terpisah dari keluarga dan kerabat
  • Menjaga kebersihan diri sendiri.

25. Flu Burung (H5N1)

Penyakit menular yang disebabkan oleh virus H5N1 pernah jadi perbincangan yang hebat karena efeknya yang dahsyat menelan korban para penderitanya. Virus yang awalnya berasal dari unggas ini dapat menyerang pada manusia. Biasanya pada manusia akan menyerang pada sistem pernapasan dengan gejala awal demam, dan dapat menyebabkan kematian jika tidak ditangani.
Penularan
  • Dapat terjadi dari hewan ke hewan
  • Dapat terjadi dari hewan ke manusia melalui udara
  • Juga melalui kontak langsung antara manusia dan unggas yang terinfeksi
Cara Pencegahan
  • Bagi yang sering bersentuhan dengan unggas, baiknya mencuci tangan dengan disinfektan segera setelah bersentuhan dengan unggas.
  • Menghindari kontak langsung dengan unggas yang terinfeksi
  • Menggunakan masker dan sarung tanga sebagai pelindung jika terpaksa kontak langsung
  • Imunisasi
  • Memilih unggas yang sehat untuk dimasak
  • Memasak daging unggas pada suhu mencapai 80 derajat celcius.
  • Menjaga kebersihan diri sendiri dan lingkungan

26. Demam Chikungunya

Chikugunya adalah penyakit yang ditandai dengan gejala demam, nyeri pada sendi, ruam pada kulit, dan tubuh lunglai dan lemas tidak seperti biasanya. Penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes aegepty yang membawa virus dari famili Togaviridae.
Penularan
  • Penyakit ini tidak menular dari manusia ke manusia. Akan tetapi menular apabila manusia telah digigit oleh nyambuk yang membawa virus penyebab chikungunya.
Cara Pencegahan
  • Membersihkan genangan air di sekitar rumah agar terbebas dari nyamuk Aedes aegepty.
  • Menutup tempat-tempat penyimpanan air.
  • Menguras bak mandi minimal satu minggu sekali
  • Memebersihkan pekarangan rumah dari barang-barang bekas yang berpotensi sebagai tempat perkembangan jentik nyamuk.

27. Leishmaniasis

Penyakit ini disebabkan oleh protozoa Leishmania yang dapat mengganggu organ bagian dalam juga mengakibatkan luka pada kulit. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan lalat pasir. Jika Leishmaniasis mengganggu organ dalam, akibatnya bisa sangat fatal. Biasanya organ yang terkena adalah limpa, hati, dan sumsum tulang. Sedangkat pada kulit, luka kecil yang disebabkan Leishmaniasis, dapat semakin besar dan menjadi luka terbuka.
Penularan
  • Melalui gigitan lalat pasir
  • Pada kasus yang jarang ditemukan, penularan juga dapat terjadi melalui hubungan seksual dan penularan dari ibu hamil kepad bayi yang dikandungnya.
Cara Pencegahan
  • Menghindari gigitan lalat pasir
  • Berhati-hati terhadap hubungan seksual dengan penderita Leishmaniasis

28. Demam Kuning

Demam kuning adalah penyakit sistemik akut yang disebabkan oleh virus. Virus demam kuning ini dibawa dan ditularkan oleh nyamuk, salah satunya adalah Aedes aegepty. Meskipun penyakit ini belum ditemukan di Indonesia, akan tetapi vaksin demam kuning sangat dianjurkan WHO dan Kementrian Kesehatan RI jika ingin melakukan perjalanan internasional. Biasanya penyakit ini ditemukan di daerah Afrika dan beberapa negara di Amerika Latin.
Penyakit ini dapat merusak saluran hati, ginjal, jantung dan sistem pencernaan. Gejala yang biasa terjadi adalah demam dan mual. Pada tahap berikutnya, racun akan menyebar. Penyebaran racun ini ditandai dengan warna kulit menjadi kekuningan karena kerusakan hati. Kemudian dapat berlanjut pada gagal ginjal, meningitis, kemudian menyebabkan kematian.
Penularan
  • Menular melalui nyamuk. Salah satunya adalah Aedes aegepty, meskipun masih  terdapat spesies lain yang juga menjadiperantara penularan.
Cara Pencegahan
  • Melakukan vaksinasi demam kuning
  • Memakai pakaian panjang dan menutupi tubuh jika bepergian ke daerah yang terdapat risiko demam kuning.

28. Roseola Infatum

Penyakit ini adalah penyakit yang menyerang pada bayi atau anak-anak yang sangat muda. Penyakit ini disebabkan oleh virus dan mengakibatkan demam tinggi dan ruam pada bayi atau anak.  Terkadang disertai dengan pembengkakan kelenjar getah bening.
Penularan
  • Karena penyakit ini disebabkan oleh virus, maka penyakit ini dapat menular melalui percikan air liur penderita.
Cara Pencegahan
  • Meningkatkan dan menjaga daya tahan tubuh anak dengan pemberian makanan bergizi yang cukup dan seimbang.

29. Anthrax

Anthrax adalah penyakit hewan yang bersifat akut dan dapat menular pada manusia. Gejala yang dialami iasnya adalah halusinasi, serta terganggunya sistem pernapasan.  Selain itu anthrax juga kadang menimbulkan bisul yang apabila pecah, akan meninggalkan bekas.
Penularan
  • Menular pada manusia ketika manusia memakan daging hewan yang telah terkena penyakit anthrax.
  • Selain memakan daging, kontak langsung dengan hewan berpenyakit ini pun dapat menjadikan manusia tertular.
  • Terpapar tanah yang tercemar oleh bakteri
Cara Pencegahan
  • Berhati-hati dalam memilih daging yang akan dikonsumsi.
  • Hindari kontak langsung dengan hewan yang berpenyakit
  • Menjaga kebersihan diri dari kotoran di lingkungan sekitar

30. Leptospirosis

Penyakit ini adalah penyakit yang disebabkan oleh kuman leptospira yang menyerang hewan namun dapat juga menular pada manusia.  Gejala awal leptospirosis sulit dibedakan dengan influenza karena mengalami hal yang mirip. Seperti demam, sakit kepala, batuk, sakit tenggorokan, dan nyeri pada sendi. Akan tetapi pada leptospirosis terkadang disertai dengan diare dan mual muntah.
Leptospirosis menjadi berbahaya apabila kuman ini menjalar ke organ lain dan merusak selaput otak, ginjal, bahkan paru-paru.
Penularan
  • Penyakit ini menular melalui hewan yang sedang sakit. Menular ke manusia dengan cara konta k dengan hewan tersebut terutama air seni tikus.
Cara Pencegahan
  • Pola hidup sehat
  • Mewaspadai air seni tikus maupun hewan lainnya
  • Membersihkan kandang hewan peliharaan secara teratur (bila memiliki peliharaan)
  • Membersihkan diri ketika telah bersentuhan dengan hewan
Daftar penyakit menular di dunia memang cukup banyak, beberapa diantaranya sangat mematikan dan wajib diwaspadai dengna gaya hidup sehat yang dapat mengubah pola keseharian kita agar terbebas dari penyakit. Selain itu kita juga dapat mengkonsumsi makanan 4 sehat 5 sempurna untuk menambah kebutuhan nutrisi harian kita.

Daftar 49 Jenis Penyakit Kritis

Kunjungi dulu Produk baru dan distributor obat herbal

https://www.facebook.com/minumanherbalnurulhikmah
(Mohammad Taufiq Karangjati Ngawi) Akan Segera Launching Produk Baru Minuman Herbal"Nurul Hikmah" Harga Sangat terjangkau,lulus uji Depkes,Lulus Uji fungsi/kasiat. Telah terbukti dengan izin Allah Sakit Paru paru sembuh Berkah Minum Herbal "Nurul Hikmah" Syarat Menjadi Distributor /agen/reseller sangat mudah.Anda minat menjadi member,distributor,agen,reseller??? Hubungi dan perkenalkan sejak dini Hub:082323944137
 https://www.facebook.com/minumanherbalnurulhikmah
Harga untuk Distributor minimal 1000 botol harga perbotol 10.000 Agen minimal 100 botol harga perbotol 15.000 Reseller minimal 25 botol harga perbotol 20.000 Harga Eceran 25.000 Minuman Herbal"Nurul Hikmah" Sedia kusus ramuan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Obat herbal / jamu tradisional alami . Minuman herbal "Nurul Hikmah" Menjkadi saran dan Solusi alternatif untuk mengatasi berbagai macam penyakit akut dan kronis. Minuman herbal nurul hikmah sedia kusus ramuan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Seperti penyakit paru paru,jantung lemah,maag kronis,asam urat,asam lambung,stroke,kencing manis/diabetes,darah rendah,darah tinggi,kurang nafsu makan,pegal pegal,linu linu,encok, reumatik dll. Semoga membawa hikmah dan berkah Aamiin
 https://www.facebook.com/minumanherbalnurulhikmah

Sakit yang ditanggung dalam Takafulink Salam
Salah satu riders Takafulink Salam adalah menanggung atau memberi santuan terhadap 49 (Empat puluh sembilan) penyakit kritis sebagai berikut:

1. Serangan Jantung Pertama

 
Infark sebagai otot jantung sebagai akibat kurangnya suplai darah ke jantung. Kriteria diagnostik yang harus dipenuhi pada saat terjadinya serangan tersebut adalah harus memenuhi 3 kriteria dari 5 kriteria tersebut di bawah ini dimana sesuai dengan diagnosa serangan jantung pertama:

  • Adanya nyeri dada khas pada saat serangan;
  • Terjadinya perubahan-perubahan gambaran elektrokardiogram yang khas untuk Infark Myocardial stadium dini dan;
  • Terjadinya peningkatan pada kadar enzim jantung CK-MB;
  • Terjadinya peningkatan Troponin (T or I);
  • Left Ventricular Ejection fraction kurang dari 50% (lima puluh persen) yang berlangsung selama 3 bulan atau lebih setelah serangan.
2. Stroke
  • Serangan serebrovaskuler apapun, yang mengakibatkan gejala neurologis yang permanen, yang berlangsung lebih dari 24 (dua puluh empat) jam, termasuk infark jaringan otak, pendarahan otak, trombosis atau embolisasi. Diagnosis ini harus didukung oleh beberapa kondisi tersebut di bawah ini:
  • Bukti defisit neurologis permanent harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf dan gejala berlangsung paling sedikit selama 6 minggu setelah serangan.
  • Penemuan dari pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging, Computerised Tomography, atau pemeriksaan teknik Imaging yang lain yang sesuai dengan diagnosa dari stroke yang baru.
Penyakit-penyakit yang dikecualikan:
  • Transient Ischaemic Attacks;
  • Kerusakan otak yang disebabkan oleh kecelakaan atau luka, infeksi, vasculitis, dan penyakit radang;
  • Penyakit pembuluh darah yang mempengaruhi mata dan syaraf mata;
  • Gangguan ischaemic dari vestibular system
3. Operasi Jantung Koroner
 
Operasi dengan membuka dinding dada, untuk melakukan operasi pada satu atau lebih pembuluh darah arteri jantung karena penyempitan atau sumbatan pada pembuluh arteri tersebut. Diagnosa ditegakkan berdasarkan Angiographic yang menunjukkan adanya penyumbatan arteri koroner yang bermakna dan prosedur untuk itu harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh dokter ahli jantung.
Tidak termasuk teknik yang tidak memerlukan pembedahan, seperti Angioplasti atau laser.

4. Operasi Penggantian Katup Jantung

 
Operasi dengan membuka jantung untuk mengganti atau memperbaiki katup-katup jantung sebagai akibat rusaknya katup jantung. Diagnosa katup jantung abnormal harus ditegakkan berdasarkan kateterisasi jantung atau echocardiogram dan prosedur pemeriksaan tersebut harus berdasarkan pertimbangan yang dibuat oleh dokter ahli jantung.

5. Kanker
 
Penyakit yang ditandai dengan adanya tumor ganas akibat pertumbuhan sel yang tidak terkendali dan menyebarnya sel tumor ganas serta invasi ke jaringan. Diagnosa harus ditegakkan berdasarkan pemberiksaan jaringan dan didiagnosa oleh Oncologist atau Pathologist. Penyakit-penyakit yang dikecualikan:
Carsinoma Insitu dan tumor yang secara histologi
– menggambarkan prekanker atau tidak invasif, termasuk hal ini adalah Carsinoma In Situ payudara, Cervical Dysplasia CIN 1, CIN 2 dan CIN 3.

  • Hyperkeratoses, basal cell and squamous skin cancer, dan melanoma dengan ketebalan yang kurang dari 1,5 mm Breslow, atau kurang dari Clark Level 3 kecuali ada bukti yang menunjukkan adanya penyebaran;
  • Kanker Kelenjar Prostat yang berdasarkan pemeriksaan jaringan demikian juga dengan TNM klasifikasi T1a atau T1b atau kanker kelenjar prostate berdasarkan klasifikasi yang sama atau klasifikasi Lesser, T1N0M0 Papillary microcarcinoma kelenjar thyroid dengan diameter kurang dari 1 cm, Papillary microcarsinoma kantung kemih, dan Chronic Lynphocytic Leukemia kurang dari RAI stage 3; dan
  •  Semua tumor yang disebabkan karena infeksi HIV.–
Termasuk adalah leukemia (selain lymphotic leukemia), tumor ganas semua organ tubuh kecuali semua tumor kulit (selain melanoma malignum) dan tumor jinak dan kanker stadium insitu tidak dipertanggungkan dalam Pertanggungan Tambahan ini.
6. Gagal Ginjal
Gagal ginjal tahap akhir, yang diperlihatkan sebagai gagal berfungsinya kedua ginjal yang kronis dan tidak dapat pulih kembali, sehingga memerlukan dialysis ginjal yang teratur atau transplantasi ginjal.
7. Kelumpuhan
Hilangnya fungsi sedikitnya kedua tangan atau kedua kaki, atau satu lengan dan satu kaki, secara total dan tetap, dan berlangsung secara terus menerus paling sedikit selama 6 minggu. Kondisi ini harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf. Luka akibat perbuatan yang disengaja oleh diri sendiri dikecualikan dari penyakit ini.
8. Multiple Sclerosis
Penyakit yang menyebabkan kerusakan sistem syaraf pusat secara progresif yang menyebabkan kerusakan otak dan batang otak. Diagnosis yang pasti tanpa keraguan oleh dokter ahli syaraf yang menegaskan kombinasi seperti: gejala-gejala yang mengarah pada serabut-serabut (substansi putih) yang meliputi syaraf optik, batang otak, dan sumsum tulang belakang, yang mengakibatkan defisit neorologis; dan telah berlangsung minimal selama 6 bulan yang menyebabkan gangguan pada koordinasi dan fungsi sensor motorik. Data yang mendukung adanya kambuhan dan timbulnya gejala-gejala atau deficit neurologist.
Kerusakan system syaraf yang disebabkan oleh penyebab lain seperti SLE dan HIV dikecualikan dari penyakit ini.

9. Transplantasi Organ Vital Tubuh

Mengalami operasi sebagai penerima transplantasi dari:
  • Sumsum tulang manusia (haematopoitic stem cells) yang didahului oleh Total ablasi sumsum tulang; atau
  • Satu dari organ-organ manusia yaitu: ginjal, jantung, hati, dan paru-paru, pancreas, sebagai akibat dari kegagalan tahap akhir dari fungsi organ tersebut.
Transplantasi Stem Cell lain dikecualikan dari penyakit ini.

10. Penyakit Alzheimer/Gangguan Otak Organik Degeneratif yang tidak pulih kembali.


Kemunduran atau hilangnya kemampuan intelektual atau tingkah laku yang tidak normal yang dibuktikan melalui keadaan klinis dan kuesioner atau test standar yang dapat diterima mengenai Penyakit Alzheimer atau gangguan otak organik degeneratif yang tidak dapat pulih kembali, yang mengakibatkan penurunan fungsi mental dan sosial yang nyata sehingga diperlukan pengawasan terus menerus terhadap Tertanggung. Terjadinya degenerasi progresif dari sel-sel kornu anterior medulla spinalis (lesi lower motor neuron), traktus kortiko spinalis (lesi upper motor neuron) dan nuklei motorik batang otak. Diagnosa harus secara klinis dikonfirmasikan oleh dokter ahli yang sesuai yang ditunjuk oleh Penanggung. Penyakit yang dikecualikan:
  •   Penyakit Non Organis seperti neurosis dan psikosis, penyakit kejiwaan.
  •   Kerusakan otak karena penggunaan alkohol.
11. Koma

Keadaan tidak sadar tanpa adanya reaksi atau respons terhadap rangsangan eksternal atau kebutuhan internal yang berlangsung terus menerus sehingga memerlukan alat penunjang kehidupan termasuk harus digunakannya respirator selama sedikitnya 96 (sembilan puluh enam) jam. Defisit neurologis permanen harus ada dan secara terus menerus diderita minimal selama 42 hari. Koma yang diakibatkan langsung oleh penyalahgunaan alkohol atau obat merupakan perkecualian.

12. Penyakit Parkinson


Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai penyakit Parkinson Idiopatic yang diberikan oleh dokter ahli syaraf dan direkomendasi oleh dokter Penanggung dimana keadaan tertanggung tidak dapat dikontrol dengan obat-obatan; menunjukkan tanda-tanda kerusakan yang progresif. Pertanggungan ini hanya untuk penyakit Parkinson idiopatik saja. Semua bentuk Parkinson lainnya tidak termasuk dalam pertanggungan ini.
Ketidakmampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari dengan atau tanpa alat bantu minimal 3 dari 6 aktivitas sehari-hari dan ketidakmampuan tersebut berlangsung secara terus menerus selama paling sedikit 6 bulan.
Kegiatan aktivitas sehari-hari:
  • Mandi
  • Berpakaian
  • Berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain
  • Bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain
  • Toileting (penggunaan Kamar Kecil)
  • Makan

Parkinson yang disebabkan oleh penggunaan obat-obatan dikecualikan dari penyakit ini.

13. Terminal Illness
Dalam kondisi penyakit atau stadium akhir yang diderita Tertanggung berdasarkan diagnosis dari dokter pemeriksa serta hal tersebut telah disetujui oleh dokter Penanggung memprediksi bahwa harapan hidup Tertanggung kurang dari 12 bulan.
Terminal Illness yang disebabkan oleh infeksi HIV dikecualikan dari penyakit ini.
14. Penyakit Paru-Paru Kronis/Tahap Akhir
Penyakit paru-paru tahap akhir termasuk penyakit paru-paru intersisial yang disebabkan oleh penyakit gagal pernafasan yang kronik.
Diagnosa ditegakkan oleh dokter ahli paru dan harus memenuhi gejala atau bukti tersebut di bawah ini:
  • Memerlukan terapi oksigen yang ekstensif dan permanen.
  • Hasil test FEV1 harus kurang dari 1 liter.
  • Analisa gas darah arteri dengan partial oxygen pressures 55 mmHg atau kurang (PaO2<55 mmHg).
  • Sesak nafas pada saat istirahat.

15. Penyakit Hati Kronis

Penyakit hati tahap akhir yang ditandai dengan semua hal berikut:
  • Kuning yang permanent
  • Ascites
  • Hepatic encephalopathy

Penyakit hati kronis karena alkohol dan obat-obatan tidak termasuk dalam pertanggungan tambahan ini.

16. Penyakit Motor Neuron
Diagnosa yang pasti tanpa keraguan mengenai Penyakit Motor Neuron yang disebabkan degenerasi progresif pada batang otak dan Anterior horn cells atau neuron bulbar efferent termasuk atropi otot spinal, progresif bulbar palsy, amyotrophic lateral sclerosis dan primary lateral sclerosis. Dan didukung oleh bukti yang pasti dari tanda-tanda dan defisit neurologis yang menetap serta disetujui oleh dokter Penanggung. Dan diagnosa harus ditegakkan oleh dokter ahli syaraf.
17. Muscular Dystrophy
Kumpulan dari penyakit degenerasi otot herediter yang menyebabkan kelemahan atau atropi dari otot. Diagnosa harus ditegakkan secara pasti oleh dokter ahli syaraf, dan bukti tersebut harus didasarkan atas penilaian kegiatan sehari-hari menegaskan ketidakmampuan Tertanggung untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan atau tanpa bantuan, minimal 3 dari 6 kegiatan sehari-hari yang berlangsung paling sedikit selama 6 bulan.
Kegiatan aktivitas sehari-hari:
  • Mandi
  • Berpakaian
  • Berpindah tempat dari satu tempat ke tempat lain
  • Bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain
  • Toileting (penggunaan Kamar Kecil)
  • Makan

18. Anemia Aplastis

Gagal berfungsinya sumsum tulang yang kronis dan persisten yang mengakibatkan anemia, neutropenia dan thrombositopenia yang memerlukan sedikitnya salah satu perawatan di bawah ini:
  • Transfusi darah
  • Obat penstimulasi sumsum tulang
  • Obat immunosupresif
  • Transplantasi sumsum tulang

Diagnosa harus ditegakkan oleh dokter ahli darah (Haemotologist).

19. Operasi Pembuluh Aorta
Operasi yang dilakukan untuk memperbaiki penyakit pada pembuluh aorta berupa aneurisma, penyempitan, penyumbatan yang memerlukan eksisi dan operasi penggantian aorta yang sakit dengan membuka rongga perut atau rongga dada. Aorta yang dimaksud dengan definisi ini adalah aorta thorakalis dan abdominalis tidak termasuk cabang-cabang dari Aorta tersebut.
Pembedahan yang bersifat minimal invasive atau teknik intra arterial dikecualikan dari ketentuan ini.

20. Hepatitis Fulminant
Gagal hati sebagai akibat dari submasif atau masif kematian parenchym hati yang disebabkan oleh Hepatitis virus. Hepatitis Fulminant oleh karena percobaan bunuh diri, keracunan, kelebihan dosis karena pemakaian obat-obat terlarang dan kadar alkohol yang berlebihan dikecualikan dari pertanggungan tambahan ini.
Kriteria diagnostik yang harus ada:
  • Pengecilan hati secara cepat.
  • Kematian parenchym hati meliputi hampir seluruh lobus hati. Dan menimbulkan kerusakan reticular dan fungsinya.
  • Tes fungsi hati yang memperlihatkan adanya kerusakan parenchym hati yang masif.
  • Icterus yang nyata.
  • Hepatic encephalopathy.

21. Pulmonary Arterial Hypertension Primer

Penyakit Pulmonary Arterial Hypertension Primer yang menunjukkan pembesaran ventrikel kanan yang ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis, kateterisasi jantung, yang menyebabkan gangguan fisik secara menetap dan berdasarkan Classification Cardiac Impairment The New York Heart Association (NYHA) termasuk minimal kelas IV (Tidak mampu melakukan kegiatan fisik apapun gejala-gejala dapat timbul pada saat istirahat).
22. Meningitis Bakteri
Meningitis bakteri yang menimbulkan peradangan selaput otak atau sumsum tulang belakang sehingga terjadinya ketidakmampuan neurologis yang permanen dan berlangsung paling sedikit 6 minggu. Dimana diagnosanya harus dikonfirmasikan oleh dokter ahli syaraf, dan didapatkan adanya infeksi bakteri di dalam cairan otak yang didapatkan dari punksi lumbar.
23. Tumor Otak Jinak
Ancaman hidup yang disebabkan oleh tumor otak yang bukan kanker yang menimbulkan kerusakan otak dan gejala-gejala khusus dari peningkatan tekanan di dalam tengkorak seperti papilloedema (pembengkakan papill), gangguan mental, gila dan gangguan indra yang telah dikonfirmasikan oleh dokter ahli syaraf. Adanya tumor yang mendasarinya harus dikonfirmasikan secara CT Scan atau MRI.
Kista, granuloma, kelainan bentuk pada atau dari arteri atau vena dari otak (AVM), hematoma, dan tumor kelenjar pituitary atau tulang punggung dikecualikan dari penyakit ini.
24. Radang Otak
Diagnosa inflamasi dari otak (cerebral hemisphere, brainstem atau cerebellum) yang diakibatkan karena infeksi virus, yang menimbulkan komplikasi bermakna yang berlangsung paling sedikit selama 6 minggu, mencakup defisit syaraf permanen/menetap dan dikonfirmasi oleh dokter ahli syaraf. Defisit syaraf permanen/menetap dapat berupa retardasi mental, emosi yang labil, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, gangguan berbicara, kelemahan atau kelumpuhan.
Radang otak yang disebabkan oleh infeksi HIV dikecualikan dari penyakit ini.
25. Luka Bakar
Luka bakar derajat tiga (seluruh lapisan kulit) minimal 20% (dua puluh persen) dari luas permukaan tubuh.
26. Poliomyelitis
Penyakit yang ditandai dengan:
  • Virus polio adalah penyebabnya, dan
  • Kelumpuhan dari otot anggota gerak atau otot pernafasan yang menyebabkan Tertanggung tidak dapat melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) aktivitas hidup sehari-hari selama minimal 3 (tiga) bulan.
27. Trauma Kepala Serius

Kecelakaan yang menyebabkan luka pada kepala sehingga mengakibatkan defisit neurologi permanen yang timbul kurang dari 6 (enam) minggu sejak kecelakaan terjadi sehingga Tertanggung tidak dapat melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) aktivitas hidup sehari-hari selama minimal 6 (enam) bulan. Diagnosa ini harus ditegak-kan oleh ahli neurolog dan didukung oleh teknik Magnetic Resonance Imaging, Computerized Tomography, atau teknik lainnya yang diakui. Kecelakaan harus terjadi secara langsung dari luar tubuh secara kasat mata dan tidak tergantung dari sebab yang lain. Kondisi di bawah ini dikecualikan dari penyakit ini:

  • Luka/Trauma pada spinal cord, dan
  • Luka pada kepala dikarenakan sebab lainnya

28. Apallic Syndrome

 
Kerusakan cortex otak secara menyeluruh dengan batang otak yang masih normal. Diagnosa ini harus ditegakkan oleh ahli neurolog dan kondisi penyakit ini harus berlangsung terus menerus minimal 1 (satu) bulan.

29. Penyakit Jantung Koroner Lain Yang Serius
 
Penyempitan dari salah satu arteri koroner dengan minimal 75& (tujuh puluh lima persen) dan 2 (dua) arteri koroner lainnya dengan minimal 60% (enam puluh persen) yang dibuktikan dengan coronary arteriography, tanpa memandang apakah operasi sudah dilakukan atau belum.
Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC).

30. Angioplasti dan penatalaksanaan invasif lainnya untuk Penyakit Jantung Koroner

 
Batasan pembayaran manfaat ini adalah 10% dari Total Uang Pertanggungan Penyakit Kritis atau maksimal tidak lebih dari Rp. 200.000.000 atau USD 50.000 setelah Tertanggung melakukan ballooning angioplasty atau intra arterial kateter prosedur untuk mengobati penyempitan minimal pembuluh koroner 60% dari satu atau lebih pembuluh darah arteri koroner yang major yang dibuktikan dari angiographic. Revascularisasi ini harus sesuai indikasi dan consultant cardiologist atau dokter spesialis jantung.

Arteri koroner yang dimaksud adalah Left Main Coronary Artery (LC), Left Anterior Descending Artery (LAD), Circumflex Artery dan Right Coronary Artery (RC).
Pembayaran manfaat tersebut di atas untuk penyakit ini hanya dilakukan 1 kali saja dan sisa dari manfaat yang ada untuk asuransi tambahan penyakit Kritis lainnya akan diteruskan dengan sisa sebesar 90% (sembilan puluh persen) dari Jumlah Uang Pertanggungan Penyakit Kritis.
Tindakan Diagnostik dengan angioplasty dikecualikan dari penyakit ini.
31. Lupus Eritematosus Sistemik (Systemic Lupus Erythematosus)
 
Penyakit autoimun yang multisistemik dan multifaktor yang ditandai oleh peningkatan auto-antibodi yang menyerang berbagai antigen tubuh. Jenis Lupus Eritematosus Sistemik yang ditanggung dalam manfaat Pertanggungan Tambahan ini hanya dibatasi pada jenis-jenis Lupus Eritematosus Sistemik yang melibatkan ginjal (Class III sampai Class IV Lupus Nefritis, yang dipastikan dengan biopsy ginjal, dan sesuai dengan klasifikasi WHO).

Yang tidak termasuk dalam klaim penyakit kritis Lupus Eritematosus Sistemik ini adalah jenis lupus lainnya, yaitu jenis lupus diskoid dan jenis-jenis yang melibatkan persendian dan sistem hematologi.
Penegakkan diagnosis Lupus Eritematosus Sistemik harus dilakukan oleh seorang Dokter Spesialis Rheumatologi dan Imunologi.
Klasifikasi WHO Lupus Nefritis:
Class I : Minimal Change Lupus Glomerulonephritis
Class II : Messangial Lupus Glomerulonephritis
Class III : Focal Segmental Proliverative Lupus Glomerulonephritis
Class IV : Diffuse Proliferative Lupus Glomerulonephritis
Class V : Membranous Lupus Glomerulonephritis
32. HIV Yang Didapatkan Melalui Transfusi Darah dan Pekerjaan
 
A. Tertanggung terinfeksi oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV) melalui transfusi darah dengan kondisi sebagai berikut:

  • Transfusi darah yang secara medis diperlukan dan diberikan karena merupakan bagian dari pengobatan.
  • Transfusi darah dilakukan di Indonesia setelah Tanggal Polis berlaku, Tanggal perubahan polis atau tanggal pemulihan polis yang mana yang terjadi paling akhir.
  • Sumber infesi dipastikan berasal dari lembaga yang menyelenggarakan transfusi darah dan lembaga tersebut dapat melacak asal dari darah yang teinfeksi HIV tersebut, dan
  • Tertanggung bukan merupakan penderita Thalassaemia major atau Haemophilia.

B. Infeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) didapatkan dari suatu kecelakaan yang terjadi setelah tanggal Polis berlaku atau tanggal perubahan polis atau tanggal pemulihan Polis, mana yang paling akhir, selama Tertanggung melaksanakan tanggung jawab profesi yang normal dari pekerjaannya di Indonesia, dengan mengikuti bukti dan ketentuan yang ada di perusahaan sebagai berikut:

  • Infeksi HIV yang timbul dikarenakan kecelakaan tersebut harus dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal kecelakaan terjadi, dan
  • Bukti bahwa kecelakaan tersebut adalah penyebab timbulnya infeksi HIV, dan
  • Bukti bahwa sero-conversion dari HIV negatif menjadi HIV positif terjadi dalam waktu 180 (seratus delapan puluh) hari setelah kecelakaan terjadi. Bukti ini harus dilengkapi dengan melakukan test antibodi HIV negatif dalam waktu 5 (lima) hari sejak tanggal kecelakaan.

Manfaat ini hanya berlaku jika pekerjaan Tertanggung adalah Tenaga Medis, pelajar Tenaga Medis, perawat berijazah, teknisi laboratorium, dokter gigi, paramedic, bekerja di pusat kesehatan dan klinik (di Indonesia).

Manfaat ini tidak berlaku apabila point A dan B telah dilakukan pengobatan medis untuk mengobati AIDS atau untuk mengobati dampak dari infeksi virus HIV, atau penatalaksanaan untuk mencegah terjadinya AIDS. Pengobatan yang dimaksud adalah pengobatan yang membuat HIV tidak aktif dan tidak menyebabkan infeksi.
33. Tuli (Hilangnya fungsi indra pendengaran)
 
Tidak dapat disembuhkan dan kehilangan total funsgi pendengaran pada kedua belah telinga sebagai akibat dari sakit atau kecelakaan. Diagnosa penyakit ini harus didukung oleh audiometric dan uji pendengaran yang disediakan dan disertifikasi oleh spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT).

34. Bisu (Kehilangan Kemampuan Bicara)
 
Tidak dapat disembuhkan dan kehilangan total kemampuan berbicara sebagai akibat dari kecelakaan atau penyakit pada pita suara. Ketidakmampuan berbicara ini harus berlangsung secara terus menerus selama kurun waktu 12 bulan. Diagnosa penyakit ini harus didukung oleh bukti-bukti pendukung dari dokter spesialis Telinga, Hidung dan Tenggorokan (THT).

Semua penyakit kejiwaan dan mental dikecualikan dari penyakit ini.
35. Kebutaan
 
Kehilangan daya penglihatan dari kedua mata yang total dan tidak dapat disembuhkan sebagai akibat dari penyakit atau kecelakaan. Kebutaan tersebut harus diddiagnosa oleh spesialis mata (opthalmologist).

36. Skleroderma progresif
 
Suatu penyakit pembuluh darah kolagen yang sistemik yang menyebabkan terjadinya fibrosis menyeluruh secara progresif di dalam kulit, pembuluh darah dan organ-organ tubuh yang lain. Diagnosa penyakit ini harus didukung oleh biopsi dan bukti pendukung hasil serologi dan penyakit ini harus sesuai dengan proporsi sistemik yang berhubungan dengan jantung, paru-paru dan ginjal.

Pengecualian untuk penyakit ini adalah:
  • Skleroderma lokal (skleroderma yang linear atau morphea)
  • Eosinophilic Fascitis; dan
  • Sindrom CREST

37. Penyakit Kista Medullary

 
Penyakit ginjal yang progresif herediter dikarakteristikan dengan adanya kista pada medulla, tubular atrophy dan intestitial fibrosis dengan manifestasi anemia secara klinis, polyuria dan kehilangan sodium melalui ginjal, berkembang menjadi gagal ginjal yang kronis. Diagnosis ini harus didukung oleh biopsy ginjal.

38. Cardiomyopathy
 
Diagnosis yang telah ditegakkan oleh ahli jantung bahwa cardiomyopathy disebabkan oleh kerusakan fungsi bilik Ventrikel jantung, ditunjukkan oleh hasil ECG yang tidak normal dan dikonfirmasikan oleh cardiac echo dari variable aetiology dan disebabkan oleh ketidakmampuan fisik secara permanen dengan derajat paling sedikit pada Class III sesuai dengan New York Association Classification of Cardiac Imapairment.

Class III – Ketidakmampuan yang bermakna ditandai dengan – Pasien dalam kondisi yang nyaman dalam posisi istirahat tapi kemampuan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sangat terbatas dari biasanya dan menunjukkan gejala-gejala dari gagal jantung kongestif.
Class IV – Ketidakmampuan melakukan aktivitas apapun. Gejala-gejala gagal jantung kongestif timbul meskipun dalam kondisi istirahat. Setiap ada peningkatan aktifitas secara fisik, ketidaknyamanan akan terjadi.
Cardiomyopathy yang langsung berhubungan dengan penyalahgunaan minuman beralkohol dikecualikan dari penyakit ini.
39. Aneurisma pembuluh darah otak yang mensyaratkan pembedahan.
 
Pembedahan otak untuk memperbaiki pelebaran yang tidak normal dari pembuluh darah arteri cerebral yang melibatkan semua lapisan dari tiga lapisan dinding pembuluh darah arteri cerebral. Diagnosa harus ditegakkan oleh dokter ahli bedah syaraf dengan menggunakan pemeriksaan standar cerebral angiography dimana hasil pemeriksaan tersebut mengindikasikan untuk dilakukan operasi terbuka.

Pengecualian :
  • Infeksi dan mycotic aneurysma
  • Craniotomi terbatas dan prosedur burr hole

40. Terputusnya akar-akar syaraf Plexus brachialis

 
Kehilangan fungsi sensorik yang menetap dan keseluruhan dari anggota gerak atas yang disebabkan oleh terputusnya 2 (dua) atau lebih akar syaraf plexus brachialis yang diakibatkan oleh kecelakaan atau luka. Luka yang menyeluruh dari 2 (dua) atau lebih akar syaraf harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan electrodiagnostic yang dilakukan oleh dokter ahli syaraf.

41. Stroke yang memerlukan operasi arteri carotid
 
Operasi arteri carotid (Carotid Endarterectomy) oleh dokter ahli bedah syaraf yang diperlukan untuk membuang timbunan plak di arteri carotid pada stroke yang telah berlangsung lebih dari 6 (enam) bulan. Operasi ini harus ada indikasi dibutuhkan secara medis (medically necessary) oleh dokter ahli syaraf untuk mencegah berulangnya serangan ischemic cerebrovascular.

42. Operasi scoliosis idiopatik

 
Operasi scoliosis idiopatik (yang tidak diketahui penyebabnya) dimana dilakukan dengan operasi spinal untuk mengkoreksi curvature tulang belakang yang tidak normal kembali kebentuk normal (berbentuk garis lurus yang tampak dari punggung). Yang dimaksud kondisi scoliosis ini adalah posisi curva tulang belakang melebihi dari 40 derajat sudut cobb.

Pengecualian :
Kelainan bentuk tulang belakang yang disebabkan karena kelainan bawaan (congenital) dan penyakit neuromuscular.

43. Pankreatitis menahun yang berulang

 
Pankreatitis menahun yang berulang sebagai akibat dari kerusakan pankreas yang berat dan progresif, dimana kondisi ini disebabkan :

  • Pankreatitis akut yang terjadi berulang selama 2 tahun berturut-turut;
  • Penumpukan kalsium yang merata di pankreas yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan imaging; dan
  • Kegagalan fungsi pankreas yang menahun dan berlangsung terus menerus yang menyebabkan gangguan penyerapan di usus (lemak berlebih dalam feces) atau penyakit kencing manis.

Pengecualian :
Pankreatitis menahun berulang yang langsung disebabkan oleh penggunaan alkohol.

44. Penyakit Kaki Gajah Kronis

 
Penyakit kaki gajah kronis dengan karakteristik :

  • Pembengkakan yang berat dan menetap mulai dari lengan dan kaki atau bagian tubuh lain yang diakibatkan oleh lympatic obstruction (penyumbatan kelenjar Limfe); dan
  • Ditemukan adanya infeksi microfilaria dari hasil pemeriksaan laboratorium.
Pengecualian :
Lymphatic obstruction (penyumbatan kelenjar limfe) disebabkan oleh penyakit akibat:

  •   hubungan seksual,
  •   kanker,
  •   luka,
  •   bekas luka operasi,
  •   radiasi,
  •   gagal jantung atau
  •   kelainan congenital.
45. Hilangnya kemandirian hidup
 
Hilangnya kemandirian hidup dimana menyebabkan ketidakmampuan menetap (permanen) untuk melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) aktifitas hidup sehari-hari dengan atau tanpa alat pendukung, alat khusus atau alat bantu lain, yang terjadi selama 6 (enam) bulan berturut-turut. Hilangnya kemandirian hidup ini harus dikonfirmasi oleh dokter ahli.

Pengertian kata “Permanen (menetap)” adalah keadaan/kondisi yang tidak dapat disembuhkan lagi.
Definisi Aktifitas Hidup Sehari-hari, berarti 5 (lima) hal dibawah ini:
  • Mandi, diartikan sebagai kemampuan sendiri membersihkan tubuh saat mandi atau menggunakan shower (pancuran) atau membersihkan tubuh menggunakan cara-cara lainnya dengan baik.
  • Berpakaian, diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk mengenakan, melepas, mengencangkan dan melonggarkan segala jenis pakaian.
  • Menyuap, diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk menyuap makanan yang sudah disiapkan dan terhidang.
  • Buang Air, diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk buang air di kamar kecil atau jamban, atau setidaknya mampu menahan buang air untuk menjaga tingkat kebersihan diri yang memadai.
  • Beralih tempat, diartikan sebagai kemampuan sendiri untuk memindahkan tubuh dari tempat tidur ke kursi dengan sandaran yang tegak atau berpindah dari satu tempat ke tempat lain pada lantai yang datar tanpa menggunakan kursi roda.

46. Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene)

 
Kematian selaput otot atau jaringan (gangrene) dengan karakteristik sebagai berikut :

  • Gejala-gejala klinis yang memenuhi kriteria diagnostik untuk kematian selaput otot atau jaringan;
  • Infeksi bakteri spesifik; dan
  • Kerusakan otot yang luas yang menyebabkan kehilangan yang total dan tetap yang mengenai bagian tubuh.


47. Rheumatoid Arthritis Berat

Rheumatoid arthritis kronis sebagai akibat gangguan autoimun yang didiagnosa oleh dokter ahli Rheumatology dan Immunology. Karakteristik dari penyakit ini adalah harus memenuhi semua kriteria :

  • Berdasarkan diagnosa dari American College of Rheumatology, dan
  • Kerusakan dan kelainan bentuk paling sedikit 3 (tiga) dari sendi-sendi berikut ini : sendi tangan interphalangeal, sendi pergelangan tangan, siku, lutut, persendian pinggul, pergelangan kaki, tulang leher atau sendi kaki interphalangeal. Semua gejala yang timbul harus dikonfirmasi dengan pemeriksaan klinis dan studi Imaging yang memperlihatkan adanya perubahan tersebut, dan
  • Ketidakmampuan fisik menyebabkan ketidakmampuan melakukan 3 (tiga) dari 5 (lima) aktifitas hidup sehari-hari tanpa bantuan orang lain secara terus menerus selama periode minimal 6 (enam) bulan.
Definisi Aktifitas hidup sehari-hari sesuai dengan no.45.

48. Colitis Ulcerative Berat (Cronh’s disease)

 
Penyakit yang ditandai dengan karakteristik memenuhi minimal 2 (dua) kriteria dari ketentuan di bawah ini :

  • Pengangkatan total usus besar ;
  • Pengangkatan sebagian atau beberapa bagian dari usus dengan beberapa kali pembedahan yang berbeda;
  • Ascending sclerosing cholangitis sebagai penyakit penyerta dengan penyakit ini;
  • Hepatitis aktif kronis autoimmune dan sirosis yang dibuktikan dengan pemeriksaan pathology.
  • Karsinoma in situ usus besar
49. Penyakit Kawasaki Yang Mengakibatkan Komplikasi Pada Jantung
 
Komplikasi pada jantung berupa pelebaran/aneurisma dari arteri coroner yang berlangsung secara terus menerus selama 6 (enam) bulan yang diakibatkan oleh penyakit kawasaki dan dibuktikan dengan pemeriksaan echocardiografi. Diagnosa dari penyakit ini ditegakkan oleh dokter ahli anak atau dokter ahli lain yang sesuai.

Daftar Nama Nama Penyakit Lengkap Dalam Ilmu Kedokteran

Kunjungi dulu Produ k baru dan distributor obat herbal

https://www.facebook.com/minumanherbalnurulhikmah
(Mohammad Taufiq Karangjati Ngawi) Akan Segera Launching Produk Baru Minuman Herbal"Nurul Hikmah" Harga Sangat terjangkau,lulus uji Depkes,Lulus Uji fungsi/kasiat. Telah terbukti dengan izin Allah Sakit Paru paru sembuh Berkah Minum Herbal "Nurul Hikmah" Syarat Menjadi Distributor /agen/reseller sangat mudah.Anda minat menjadi member,distributor,agen,reseller??? Hubungi dan perkenalkan sejak dini Hub:082323944137
 https://www.facebook.com/minumanherbalnurulhikmah
Harga untuk Distributor minimal 1000 botol harga perbotol 10.000 Agen minimal 100 botol harga perbotol 15.000 Reseller minimal 25 botol harga perbotol 20.000 Harga Eceran 25.000 Minuman Herbal"Nurul Hikmah" Sedia kusus ramuan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Obat herbal / jamu tradisional alami . Minuman herbal "Nurul Hikmah" Menjkadi saran dan Solusi alternatif untuk mengatasi berbagai macam penyakit akut dan kronis. Minuman herbal nurul hikmah sedia kusus ramuan untuk mengatasi berbagai macam penyakit. Seperti penyakit paru paru,jantung lemah,maag kronis,asam urat,asam lambung,stroke,kencing manis/diabetes,darah rendah,darah tinggi,kurang nafsu makan,pegal pegal,linu linu,encok, reumatik dll. Semoga membawa hikmah dan berkah Aamiin
 https://www.facebook.com/minumanherbalnurulhikmah


Ternyata kalau di hitung banyak sekali penyakit yang bisa bersarang di tubuh manusia, disini kami akan memberikan beberapa informasi tentang nama-nama panyakit tersebut, semoga saja nantinya kami juga bisa memberikan cara mencegah dan cara menyembuhkan beberapa penyakit yang kami sebutkan nantinya.

Sebelum anda membaca beberapa nama-nama penyakit, perlu anda ketahui Penyakit adalah suatu keadaan abnormal dari tubuh atau pikiran yang menyebabkan ketidaknyamanan, disfungsi atau kesukaran terhadap orang yang dipengaruhinya. Untuk menyembuhkan penyakit, orang-orang biasa berkonsultasi dengan seorang dokter (sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Penyakit), di bawah ini adalah Daftar Nama Nama Penykit Lengkap Dalam Dunia Kedokteran :

Berikut daftar nama-nama penyakit lengkap sesuai dengan ilmu kedokteran

 Ablasio Retina
 Aborsi
 Abses (Penimbunan Nanah)
 Abses Abdomen
 Abses Anorektal
 Abses Kepala dan Leher
 Abses Kulit (Abses Kutaneus)
 Abses Otak
 Abses Otot
 Abses Parafaringeal
 Abses Paru
 Abses Periapikal
 Abses Peritonsiler
 Abses Retrofaringeal
 Abses Tangan
 Adenokarsinoma Pankreas
 Akalasia (Kardiospasme, Esophageal aperistaltis, Megaesofagus)
 Akromegali
 Akrosianosis (Acrocyanosis)
 Aktinomikosis
 Alat Kelamin Luar
 Albinisme (albino)
 Alergi dan Intoleransi Makanan
 Alergi Fisik
 Alergi Mata Merah (Allergic Conjunctivitis )
 Alkalosis Metabolik
 Alkalosis Respiratorik
 Alkoholisme
 Alzheimer
 Amblyopia
 Amebiasis
 Amenore (tidak menstruasi)
 Amiloidosis
 Amnesia Disosiatif
 Anafilaksis (reaksi alergi akut)
 Anak Pemarah
 Anemia (Kurang darah)
 Anemia Hemolitik
 Anemia Karena Kekurangan Asam Folat
 Anemia Karena Kekurangan Vitamin B
 Anemia Karena Kekurangan Vitamin C
 Anemia Karena Kekurangan Zat Besi
 Anemia Karena Kelainan Pada Sel Darah Merah
 Anemia karena penyakit kronis
 Anemia Karena Perdarahan Hebat
 Anemia Pada Bayi
 Aneurisma (Aneurysms)
 Aneurisma Aorta Dada
 Aneurisma Aorta Perut
 Angigrafi Kelenjar Limfa (Lymphangiography)
 Angina
 Angioedema Herediter
 Angiografi Ginjal
 Angiografi Mata
 Angiografi Pada Paru
 Angiografi Pembuluh Darah Otak (Angiography Cerebral)
 Angiografi Pembuluh Darah Perut (Arteriografi Mesentrik dan Celiac)
 Angioma (tumor jinak pembuluh darahataupembuluh getah bening)
 Anoreksia Nervosa
 Antraks
 Apendisitis (radang usus buntu)
 Apneu Pada Bayi Prematur
 Aritmia (Irama Jantung Abnormal)
 Arteritis Temporalis (Giant Cell Arteritis, Arteritis Sel Raksasa)
 Artritis Infeksiosa
 Artritis Rematoid
 Artritis Rematoid Juvenil
 Asbestosis
 Asidosis Metabolik
 Asidosis Respiratorik
 Asidosis Tubulus Renalis
 Asites
 Askariasis (infeksi cacing gelang usus)
 Asma
 Asma Karena Pekerjaan
 Asma Pada Anak
 Aspergilosis
 Aspergilosis Bronkopulmoner Alergika (ABPA)
 Ataksia (ataxia)
 Ataxia-Telangiectasia
 Atelektasis (Atelectasis)
 Aterosklerosis (Atherosclerosis)
 Atresia Anus
 Atresia Bilier
 Atresia Esofagus
 Atrial Premature Beats
 Atrofi Muskuler Spinalis
 Attention DeficitatauHyperactivity Disorder (ADD, ADHD)
 Autisme
 Avascular Necrosis pada Tulang
 Babesiosis
 Bacteriuria tanpa Gejala
 Bakteremia dan Sepsis
 Bakteremia Tersembunyi
 Barium Enema (pemeriksaan saluran pencernaan bawah)
 Barotitis Media (Aerotitis, Barotrauma)
 Barotrauma
 Batu Empedu
 Batu Saluran Kemih
 Batuk
 Batuk-Sesak Nafas (Croup) pada Anak
 Bau Mulut (Halitosis)
 Bau Mulut (Halitosis)
 Bayi Baru Lahir dan Bayi Normal
 Bell’s Palsy
 Benda Asing Di Rektum dan Anus
 Benign Paroxysmal Positional Vertigo (Benign Positional Vertigo)atauBPPV
 Berilliosis (Beryllium Disease)
 Berkurangnya Pendengaran Akibat Kegaduhan
 Berkurangnya Pendengaran Akibat Pertambahan Usia
 Berkurangnya Pendengaran dan Tuli
 Besar Untuk Masa Kehamilan (BMK, LGA, Large for Gestational Age)
 Biang Keringat
 Binge
 Biologi Darah
 Biologi Ginjal dan Saluran Kemih
 Biologi Hati dan Kandung Empedu
 Biologi jantung dan pembuluh darah
 Biologi Kuku
 Biologi sistem kekebalan
 Biologi Sistem Pencernaan
 Bissinosis (Byssinosis)
 Blastomikosis (Penyakit Gilchrist)
 Blefaritis
 Blokade Berkas Cabang (Bundle Branch Block)
 Body Mass Index (BMI)
 Botulisme
 Botulisme
 Bronkientasis (Bronchiectasis)
 Bronkiolitis
 Bronkitis
 Bronkografi
 Brusellosis (Demam Undulan, Demam Malta, Demam Mediteranian, Demam Gibraltar)
 Buang air besar tiba-tiba (Encopresis) pada anak
 Bulimia Nervosa
 Bulosa Pemfigoid
 BuluatauRambut Tubuh Berlebihan (Excessive Hairiness)
 Bursitis
 Bursitis Tendo Achilles Anterior
 Bursitis Tendo Achilles Posterior
 Cacar Air
 Campak
 Campak Jerman (Rubella Kongenitalis)
 Canaliculitis
 Cangkroid
 Cavernous Sinus Thrombosis
 Cedera Akibat Listrik
 Cedera Bola Mata
 Cedera Karena Radiasi
 Cedera Kepala
 Cedera Kepala
 Cedera Lahir
 Cedera Mata
 Cedera Medula Spinalis Akibat Kecelakaan
 Cedera Olah Raga
 Cedera Urat LututatauHamstring
 Celah Bibir (Bibir Sumbing) dan Celah Langit-langit
 Cerebral Palsy
 Chondrodysplasias
 Chorea, Athetosis, dan Hemiballismus
 Cincin Kerongkongan Bagian Bawah (Cincin Schatzki)
 Collagenous Colitis dan Lymphocytic Colitis
 Common Cold
 Conjugate Gaze Palsy
 Contact Ulcers
 Corn dan Callus
 Creeping Eruption (Migrasi Larva Kutaneus)
 Cushing’s Syndrome
 Cutis Laxa
 Dakriosistitis (infeksi kantong air mata)
 Dakriostenosis
 De Quervain’s Syndrome
 Debar Atrium
 Defek Septum Atrium (ASD, Atrial Septal Defect)
 Defek Septum Ventrikel (VSD, Ventricular Septal Defect)
 Defisiensi Antibodi Selektif
 Degenerasi Kombinasi Subakut
 Dehidrasi
 Delirium
 Demam Berbintik Rocky Mountain
 Demam Berdarah Dengue
 Demam Chikungunya
 Demam Gigitan Tikus
 Demam Hemoragik
 Demam Kambuhan (Relapsing Fever)
 Demam Pada Anak
 Demam Rematik
 Demam Tifoid
 Demam Yg Tidak Diketahui Penyebabnya
 Demensia
 Depresi
 Depresi Pada Anak
 Depresi Setelah Melahirkan
 Dermatitis Atopik (Eksim)
 Dermatitis Eksfoliatif Generalisata
 Dermatitis Herpetiformis
 Dermatitis Kontak
 Dermatitis Kronis Pada Tangan dan Kaki
 Dermatitis Numuler
 Dermatitis Perioral
 Dermatitis Seboreik
 Dermatitis Stasis
 Dermatofibroma (tumor kulit jinak)
 Deviasi septum
 Diabetes Insipidus
 Diabetes Insipidus Nefrogenik
 Diabetes Mellitus
 Diagnosis Kanker
 Dialisa
 Diare
 Diare infeksius akut pada anak
 Diffuse Axonal Injury
 Difteri
 Diseksi Aorta
 Disfagi Lusoria
 Disfagia (kesulitan menelan) Karena Kelainan Tenggorokan
 Disfungsi Seksual Pria
 Disfungsi Trombosit
 Diskezia
 Disleksia (gangguan membaca)
 Dismenore
 Dispareunia (Dyspareunia)
 Dispepsia
 Displasia Bronkopulmoner
 disseminated intravascular coagulation
 Dissociative Fugue
 Distonia
 Distrofi Otot Duchenne dan Becker
 Divertikulitis
 Divertikulosis
 Divertikulum Meckel
 Dracunculiasis
 Drug Rashes
 Efek Penuaan Pada Jantung Dan Pembuluh Darah
 Efek Penuaan pada Sistem Kekebalan Tubuh
 Efek Penuaan pada Wanita
 Efusi Pleura
 Ehrlichioses
 Ejakulasi Dini
 Ejakulasi Dini (Sebelum Waktunya)
 Ejakulasi Tertunda
 Eksoftalmos (Penonjolan Bola Mata Abnormal)
 Elektrokardiografi (EKG)
 Elektrokardiografi Dengan Latihan (Tes Stress)
 Emboli Paru
 Empiema Subdural
 Endoftalmitis
 Endokarditis Infektif
 Endokarditis Non-infektif
 Endometriosis
 Ensefalitis Arbovirus
 Ensefalopati Hepatikum (Koma Hepatikum)
 Enterokolitis Nekrotisasi
 Entropion dan Ektropion
 Eosinofilia
 Eosinophilic Fasciitis
 Epididimitis
 Epiglotitis
 Epikondilitis Lateralis (Backhand tennis elbow)
 Epikondilitis medialis (Forehand tennis elbow)
 Epilepsi
 Episkleritis
 Erectile Dysfunction (ED) atau Disfungsi Ereksi
 Erisipelas
 Erisipeloid
 Eritema Infeksiosa
 Eritema Multiformis
 Eritema Nodosum
 Eritrasma
 Erythromelalgia
 Faktor Resiko yang Ada Sebelum Kehamilan
 Faktor Resiko Yang Berkembang Selama Kehamilan
 Faringitis (Radang Tenggorokan)
 Fasciitis Necrotizing
 Feokromositoma
 Fibrilasi Atrium
 Fibrilasi Ventrikular
 Fibroadenoma
 Fibroid
 Fibrosis Kistik
 Fibrosis Pulmoner Idiopatik
 Fissura Anus
 Fistula Anorektal (Fistula in ano)
 Fistula Arteriovenosa
 Flatulensi (perut kembung)
 Flebitis Superfisialis
 Flu Babi (Swine Flu, HN)
 Flu Burung
 Flu Singapore atau Hand Foot Mouth Disease (HFMD)
 Fluoroskopi Dada
 Follikulitis, Bisul dan Karbunkel
 Gagal Ginjal Akut
 Gagal Ginjal Kronis
 Gagal Jantung
 Gagal Tumbuh
 Gairah Seksua (Libido)l Yang Rendah
 Galaktore
 Gambaran Klinis Penyakit Hati
 Gamma Hydroxybutyrate (GHB)
 Gangguan Aliran Darah Ke Medula Spinalis
 Gangguan Asperger dan Perkembangan Pervasiv yang tidak Spesifik
 Gangguan Autoimun
 Gangguan Belajar
 Gangguan Depersonalisasi
 Gangguan Disintegratif Anak
 Gangguan Dysmorphic Tubuh
 Gangguan Identitas Disosiasi
 Gangguan Identitas Jenis Kelamin
 Gangguan Kecemasan Berpisah (Separation Anxiety Disorder)
 Gangguan Kelenjar Ludah
 Gangguan Kepribadian
 Gangguan Kepribadian Antisosial
 Gangguan Kepribadian Borderline
 Gangguan Kepribadian Histrionic
 Gangguan Kepribadian Narsisistik
 Gangguan Kepribadian Paranoid
 Gangguan Kepribadian Schizoid
 Gangguan Kepribadian Schizotypal
 Gangguan Khayalan (Delusional Disorder)
 Gangguan Lidah
 Gangguan Metabolisme Turunan
 Gangguan Orgasme
 Gangguan pada saraf Hypoglossal (Hypoglossal Nerve Disorders)
 Gangguan Perangsangan Otot
 Gangguan Prilaku Anak
 Gangguan Saraf Optik
 Gangguan Simpul Neuromuskular
 Gangguan Somatization
 Gangguan Somatoform
 Gangguan Stress Pasca-Trauma (PTSD)
 Gangguan Tiroid
 Gangguang Rett
 Ganglia
 Gas Gangren
 Gastrinoma
 Gastroenteritis
 Gastroenteritis atau Radang Lambung Pada Anak
 Gastroenteritis Infeksiosa
 Gastroenteritis Sebagai Efek Samping Dari Obat
 Gastroesophageal Reflux (GERD)
 Gastroesophageal Reflux Pada Anak
 Gatal Anus (Pruritus ani)
 Gatal-gatal
 Gegar Otak
 Gejala-gejala Kanker
 Gerenyet (Tics)
 Giardiasis
 Gigi Terjepit
 Gigi yang Pernah Retak, Copot atau Goyah
 Gingivitis (radang gusi)
 Ginjal Bunga Karang Meduler
 Glaukoma
 Glikosuria Renalis
 Glomerulopati
 Glukagonoma
 Gondongan
 Gonore
 Gout
 Granuloma Annuler
 Granuloma Hepatik (Hepatic Granulomas)
 Granuloma Inguinale
 Granuloma Piogenik
 Granulomatosis Pulmoner Wegener
 Granulomatosis Wegener
 Gumpalan Darah
 Hallux Valgus dan Bunion
 Hammer Toe : Jari Kaki Palu
 Hemangioma (Tumor pembuluh darah)
 Hematoma Spinalis
 Hemofilia
 Hemoroid (WasiratauAmbeien)
 Hemorrhagic Stroke
 Hemosiderosis Pulmoner Idiopatik
 Hepatitis
 Hepatitis A
 Hepatitis B
 Hepatitis C
 Hepatitis D
 Hepatitis E
 Hepatitis G
 Hepatitis Kronis atau Autoimun
 Hepatitis pada bayi baru lahir
 Hepatitis Virus Akut
 Hepatoma (Karsinoma Hepatoseluler)
 Hereditary Spastic Paraparesis (HSP)
 Hernia
 Hernia Diafragmatika
 Hernia Hiatal
 Hernia Inguinalis
 HerniaatauBurut Dinding Perut
 Herniated nucleus pulposus (slipped disk)
 Herpes
 Herpes Genitalis
 Herpes Simpleks
 Herpes Zoster
 Hidronefrosis
 Hiperbilirubinemia
 Hiperfosfatemia
 Hiperglikemia pada bayi
 Hiperkalemia (kadar kalium darah yang tinggi)
 Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi)
 Hiperlipidemia
 Hiperlipidemia Herediter
 Hipermagnesemia
 Hipernatremia (kadar natrium darah yang tinggi)
 Hipernatremia pada bayi
 Hipersomnia
 Hipertensi Portal
 Hipertensi Pulmoner
 Hipertiroidisme
 Hipertrofi Kardiomiopati
 Hipofosfatemia
 Hipoglikemia
 Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
 Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah)
 Hipokalsemia (kadar kalsium darah yang rendah)
 Hipokalsemia pada bayi
 Hipolipoproteinemia
 Hipomagnesemia
 Hiponatremia (kadar natrium darah yang rendah)
 Hipopituitarisme
 Hipotensi Ortostatik (Orthostatic Hypotension)
 Hipotermia
 Hipotiroidisme
 Hirsutisme (rambut berebihan)
 Histiositosis X (Langerhans’ cell granulomatosis)
 Histoplasmosis
 Hive dan Angioedema
 Hordeolum (Stye)
 Hormon dan Reproduksi
 Hormon dan Sistem Endokrin
 Hydrocele
 Hydrocephalus
 Hyperaldosteronism
 Hyperimmunoglobulinemia E Syndrome
 Hypertrophic Pyloric Stenosis
 Hypochondriasis
 Hypogammaglobulinemia Sementara Pada Bayi
 Hypophosphatemic Rickets
 Ibu Melahirkan Menginap di Rumah Sakit
 Ikhtisar Gizi
 Ileus
 Impetigo
 Impotensi
 Imunisasi
 Imunodefisiensi dan Gangguan Limpa
 Imunoterapi
 Inersia Kolon
 Infark ginjal
 Infeksi
 Infeksi Amuba yang Hidup Bebas
 Infeksi Bakteri Pada Mata
 Infeksi Cacing Kremi
 Infeksi Cacing Pita Babi
 Infeksi Cacing Pita Ikan
 Infeksi Cacing Pita Sapi
 Infeksi Cacing Tambang
 Infeksi Campylobacter
 Infeksi Dalam Mata (Endophthalmitis)
 Infeksi dan Abses Payudara
 Infeksi Enterobakteria
 Infeksi Hantavirus
 Infeksi Hemophilus
 Infeksi Herpes Pada Mulut (Gingivostomatitis Herpetik Primer, Herpes Labialis)
 Infeksi Herpes Simpleks Pada Kornea
 Infeksi Herpes Zoster Pada Kornea
 Infeksi HIV
 Infeksi HIV
 Infeksi Kulit Necrotizing
 Infeksi Neisseria
 Infeksi Pada Kuku
 Infeksi Pada Melahirkan
 Infeksi pada Tangan
 Infeksi Parasit Pada Otak dan Medula Spinalis
 Infeksi Pneumokokus
 Infeksi Pseudomonas
 Infeksi Riketsia Lainnya
 Infeksi Rongga Mata (Orbital Cellulitis)
 Infeksi Rotavirus
 Infeksi Salmonella Non-Tifoid
 Infeksi Saluran Kemih Anak
 Infeksi Sistem Saraf Pusat
 Infeksi Sitomegalovirus
 Infeksi Sitomegalovirus pada bayi baru lahir
 Infeksi Stafilokokus
 Infeksi Streptokokus
 Infeksi Usus Cryptosporidiosis
 Infeksi Usus karena Penyakit Menular Seksual
 Infeksi Virus
 Infeksi Virus Sinsisial Pernafasan
 Infestasi Kutu (Pedikulosis)
 Influenza
 Inkontinensia Tinja (buang air besar tidak terkendali)
 Inkontinensia Uri
 Insomnia (kesulitan tidur)
 Insulinoma
 Internuclear Ophthalmoplegia
 Intersex States
 Intoleransi Terhadap Gula
 Intracerebral Hemorrhage
 Intussusception
 Iritis Trauma dan Iritis Kimia
 Irritable Bowel Syndrome
 Irritable Bowel Syndrome (IBS)
 Ischemic Cholangiopathy
 Ischemic Colitis
 Jenis Kanker
 Jenis-Jenis Psoriasis
 Jerawat
 Kadas atau Kurap
 Kalazion
 Kaligata (urtikaria)
 Kandidiasis
 Kandidiasis (Moniliasis)
 Kandidiasis Genitalis (thrush)
 Kandung Kemih Neurogenik
 Kanker Anus
 Kanker dan Pertumbuhan Lainnya Di Mulut
 Kanker dan Pertumbuhan Lainnya Di Mulut
 Kanker dan Sistem Kekebalan
 Kanker Ginjal
 Kanker Ginjal
 Kanker Hati Metastatik
 Kanker Hati Metastatik
 Kanker Hati Primer Lain
 Kanker Indung Telur
 Kanker Indung Telur
 Kanker Kandung Kemih
 Kanker Kandung Kemih
 Kanker Kerongkongan
 Kanker Kerongkongan
 Kanker Kerongkongan (Esophageal Cancer)
 Kanker Kolorektal
 Kanker Kolorektal (rektum)
 Kanker Lambung
 Kanker Lambung
 Kanker Laring
 Kanker Laring
 Kanker leher dan kepala
 Kanker leher dan kepala
 Kanker Leher Metastatik
 Kanker Leher Metastatik
 Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)
 Kanker Leher Rahim (serviks)
 Kanker Nasofaring
 Kanker Nasofaring
 Kanker Pankreas
 Kanker Paranasal Sinus
 Kanker Paru
 Kanker Paru
 Kanker Payudara
 Kanker Payudara
 Kanker Pelvis Renalis dan Ureter
 Kanker Pelvis Renalis dan Ureter
 Kanker Penis
 Kanker Penis
 Kanker Perut
 Kanker Prostat
 Kanker Prostat
 Kanker Rahim
 Kanker Rahim
 Kanker Saluran Telur
 Kanker Saluran Telur
 Kanker Testis
 Kanker Testis (Buah Zakar)
 Kanker Tiroid
 Kanker Tiroid
 Kanker Tonsil (Amandel)
 Kanker Tonsil (Amandel)
 Kanker Tulang Primer
 Kanker Tulang Primer
 Kanker Tumor
 Kanker Uretra
 Kanker Uretra
 Kanker usus halus
 Kanker Vagina
 Kanker Vagina
 Kanker Vulva
 Kanker Vulva
 Kanker yang Mempengaruhi Retina
 Kantong Kerongkongan (Divertikula)
 Kapalan dan Kutil
 Kardiomiopati
 Kardiomiopati kongestif yang melebar
 Kardiomiopati Restriktif
 Karies Gigi (Kavitasi)
 Karsinoid
 Karsinoma Sel Basal
 Karsinoma Sel Basal
 Karsinoma Sel Skuamosa
 Karsinoma Sel Skuamosa
 Katarak
 Kebiasaan Menghentikan Nafas
 Kebotakan (alopesia)
 Kecanduan Obat Anti-cemas dan Obat Tidur
 Kecegukan (Hiccups)
 Kecemasan Berpisah (Separation Anxiety)
 Kecemasan yang Disebabkan Gangguan Fisik atau Obat
 Kecil Untuk Masa Kehamilan (KMK, SGA, Small for Gestational Age)
 Keengganan Untuk Melakukan Hubungan Seks
 Kegagalan Hati
 Kegagalan Pernafasan
 Keguguran
 Kehamilan
 Kehamilan Resiko Tinggi
 Keinginan Bunuh Diri
 Kejang
 Kejang Demam (Febrile Convulsion)
 Kejang hemifacial (Hemifacial Spasm)
 Kejang Kerongkongan Yang Tersebar
 Kekebalan Tubuh Khusus
 Kekebalan Tubuh Tidak Khusus
 Kekurangan Alfa-Antitripsin
 Kekurangan Asam Folat dan Vitamin B
 Kekurangan Biotin
 Kekurangan dan Kelebihan Fluor
 Kekurangan dan Kelebihan Mangan
 Kekurangan dan Kelebihan Molibdenum
 Kekurangan dan Kelebihan Niasin (asam nikotinat)
 Kekurangan dan Kelebihan Selenium
 Kekurangan dan Kelebihan Tembaga
 Kekurangan dan Kelebihan Vitamin A (Retinol)
 Kekurangan dan Kelebihan Vitamin B (Piridoksin)
 Kekurangan dan Kelebihan Vitamin B (tiamin)
 Kekurangan dan Kelebihan Vitamin C (asam askorbat)
 Kekurangan dan Kelebihan Vitamin D
 Kekurangan dan Kelebihan Vitamin E
 Kekurangan dan Kelebihan Yodium
 Kekurangan dan Kelebihan Zat Besi
 Kekurangan Gizi (Malnutrisi)
 Kekurangan Vitamin B (Riboflavin)
 Kekurangan Vitamin K
 Kelainan Akar Saraf Medula Spinalis
 Kelainan bawaan (Kelainan Kongenital)
 Kelainan Bentuk dan Perubahan Warna Kuku
 Kelainan Bentuk Tangan
 Kelainan DiGeorge
 Kelainan Dinding Abdominal(Omphalocele dan Gastroschisis)
 Kelainan Gairah Seksual Pada Wanita
 Kelainan Ginjal dan Saluran Kemih Bawaan
 Kelainan Jantung Bawaan
 Kelainan Jiwa Pada Masa Kanak-kanak
 Kelainan Katup Jantung
 Kelainan Kelamin
 Kelainan Kelenjar Adrenal
 Kelainan Kelenjar Hipofisa
 Kelainan Kelenjar Tiroid
 Kelainan Koordinasi
 Kelainan Mata Bawaan
 Kelainan Metabolisme
 Kelainan Monosit
 Kelainan Otak Bawaan
 Kelainan Pada Arteri Hepatika
 Kelainan Pada Bibir, Mulut dan Lidah
 Kelainan Pada Telinga Luar
 Kelainan Panas
 Kelainan Pembuluh Darah Hati Akibat Penyakit Lain
 Kelainan Pembuluh Darah Retina
 Kelainan Penciuman dan Pengecapan
 Kelainan Penis
 Kelainan Perangsangan Otot
 Kelainan Perdarahan
 Kelainan Pleksus
 Kelainan Refraktif
 Kelainan Saraf Optikus
 Kelainan Sel Plasma (Diskrasia Sel Plasma, Gammopati Monoklonal)
 Kelainan Sendi Temporomandibuler
 Kelainan Telinga, Hidung, Tenggorokan
 Kelainan Testis
 Kelainan Tulang dan Otot Bawaan
 Kelebihan dan Kekurangan Seng
 Kelemahan Otot
 Kelenjar adrenal yg kurang aktif
 Kelenjar Adrenal Yg Terlalu Aktif
 Kelenjar Hipofisa
 Kelenjar Tiroid
 Keloid (keloidosis)
 Keluarga Berencana (KB)
 Kelumpuhan Berkala
 Kelumpuhan Pita Suara
 Kelumpuhan Supranuklear Progresif
 Kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf abducens)
 Kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf oculomotor)
 Kelumpuhan syaraf cranial ke- (syaraf Trochlear)
 Kelumpuhan Syaraf Kranial yang mengontrol Pergerakan Mata
 Kemandulan
 Kemasukan Benda di Hidung dan Telinga
 Kematangan Seksual Yang Tertunda
 Kemoterapi
 KemunduranatauDegenerasi Makula
 Keracunan
 Keracunan
 Keracunan Bahan Kimia Dalam Makanan
 Keracunan Makanan Karena Clostridium perfringen
 Keracunan Makanan Yang Mengandung Stafilokokus
 Keratitis Pungtata Superfisialis
 Keratitis Ulserativa Perifer
 Keratokonjungtivitis Sikka
 Keratokonjungtivitis Sikka
 Keratokonjungtivitis Vernalis
 Keratokonus
 Keratomalasia
 Keratopati Bulosa (Pembengkakan Kornea)
 Keratosis Pilaris
 Keratosis Seboroik (tumor jinak kulit luar)
 Keringat Berlebihan (Hiperhidrosis)
 Kerusakan Kulit akibat Sinar Matahari
 Kerusakan Sistem Saraf Karena Penyinaran
 Kerusakan Telinga Akibat Obat-obatan
 Keseimbangan Asam Basa
 Keseimbangan Cairan
 Keseimbangan Garam
 Kesulitan Tidur
 Ketagihan Narkotika
 Ketamine
 Ketamine
 Keterbelakangan Mental
 Ketergantungan : Penyalahgunaan Amfetamin
 Ketergantungan : Penyalahgunaan Kokain
 Ketergantungan Nikotin
 Ketergantungan Obat dan Ketagihan
 Ketulian Mendadak
 Kista Baker
 Kista Epidermis (Epidermal Cysts)
 Kista Indung Telur
 Kista Medula Spinalis dan Otak
 Kista Payudara
 Kista Sebasea (Kista Keratinosa)
 Koartasio Aorta
 Koksidioidomikosis (Demam San Joaquin, Demam Lembah)
 Kolangitis Sklerotik Primer
 Kolaps Paru-Paru (Pneumothorax)
 Kolera
 Kolesistitis Akut
 Kolesistitis Kronis
 Kolestasis
 Kolik
 Kolitis Hemoragika
 Kolitis Karena Antibiotik
 Kolitis Ulserativa
 Komplikasi Kanker
 Komplikasi Kehamilan
 Komplikasi Persalinan
 Kompresi Medula Spinalis
 Konjungtivitis
 Konjungtivitis Alergika
 Konjungtivitis Neonatorum (Oftalmia Neonatorum)
 Kontraksi dan Persalinan
 Kontrasepsi
 Kontrasepsi dan Kehamilan Remaja
 Korea dan Atetosis
 Koriomeningitis Limfositik
 Kram
 Kram Otot
 Krup
 Kuku Jari Kaki Yang Tumbuh Ke Dalam
 Kuku Jari Kaki yang Tumbuh ke Dalam
 Kulit Kering
 Kurang Berkeringat
 Kurang Pendengaran Pada Anak
 Kuru
 Kutil (Veruka)
 Kutil Genitalis (Kondiloma Akuminata)
 Kyphosis (Penyakit Scheurmann)
 Laringitis (Radang Pita Suara)
 Laringokel
 Laryngeal Papillomas
 Leishmaniasis
 Lepra
 Leptospirosis
 Leukemia
 Leukemia (Kanker Sel Darah)
 Leukemia Limfositik Akut
 Leukemia Limfositik Akut
 Leukemia Limfositik Kronik
 Leukemia Limfositik Kronis
 Leukemia Mieloid Akut
 Leukemia Mieloid Akut
 Leukemia mielositik kronik
 Leukemia mielositik kronis
 Leukoensefalopati Multifokal Progresif
 Liken Planus
 Limfadenitis
 Limfangiektasi Intestinal (Hipoproteinemi Idiopatik)
 Limfangitis Akut
 Limfedema (Lymphedema)
 Limfogranuloma Venereum
 Limfoma Burkitt
 Limfoma Burkitt
 Limfoma Non-Hodgkin
 Limfoma Non-Hodgkin
 Limfositopenia
 Limpa Yang Pecah
 Lipedema
 Lipidosis
 Lipoma (tumor kulit jinak endapan lemak)
 Listeriosis
 Listeriosis
 Luka Bagian Luar Telinga
 Luka Bakar
 Luka Bakar Matahari (Sunburn)
 Luka Ginjal
 Luka Kandung Kemih
 Luka Memar dan Goresan pada Otak
 Luka Pada Kerongkongan Akibat Bahan-bahan Korosif
 Luka Pada Penis
 Luka Saluran Kemih
 Luka Urethral
 Lupus Eritematosus Diskoid
 Lupus Eritematosus Sistemik
 Lymphadenitis
 Lymphangitis
 MaagatauGastritis (radang lapisan lambung)
 Makanan Dan Kanker
 Makroglobulinemia (Makroglobulinemia Waldenstrom)
 Malaria
 Malnutrisi
 Malocclusion
 Mamografi
 Mania
 Masalah Dengan Lendir Pada Servik
 Masalah di Sekolah
 Masalah Gigi Yang Darurat
 Masalah Janin dan Bayi Baru Lahir
 Masalah Makan Anak
 Masalah Ovulasi
 Masalah Pemberian Makan dan Saluran Pencernaan
 Masalah Perkembangan Anak-anak
 Masalah Perut
 Masalah Sperma
 Masalah Tingkah Laku
 Masalah Tuba Falopi
 Masalah Waktu Persalinan
 Masalah Yang Mempengaruhi Wanita
 Massa pada Leher
 Massa Skrotum
 Mastalgia (Nyeri Payudara)
 Mastoiditis Akut
 Mastositosis
 Mata dan Penglihatan
 Melahirkan
 Melanoma
 Melanoma
 Melanoma Koroid
 Melanoma Koroid
 Melasma (Chloasma, Topeng Kehamilan)
 Menentukan Kehamilan dan Waktu Melahirkan
 Mengompol
 Mengurus Diri Sendiri Sewaktu Hamil
 Meningitis (Radang selaput otak) bayi
 Meningitis Bakterialis
 Meningitis Kronis
 Menopause
 Menopause Dini
 Metabolisme Asam Amino
 Metabolisme Karbohidrat
 Metabolisme Lemak
 Miastenia Gravis
 Miastenia Gravis (Myasthenia Gravis)
 Microsporidiosis
 Mielitis Transversus Akut
 Mieloma Multipel
 Mieloma Multipel (multiple myeloma)
 Mikosis Fungoides
 Mineral dan Elektrolit
 Mioklonus multifokal
 Miopati Bawaan (Congenital Myopathies)
 Miopati Miotonik
 Miringitis Infeksiosa (Radang Gendang Telinga)
 Mola Hidatidosa (Hamil Anggur)
 Molluskum Kontagiosum
 Mononeuropati (kerusakan saraf perifer)
 Mononukleosis Infeksiosa
 Mual dan Muntah
 Mucocutaneous Kandidiasis Kronis
 Mukopolisakaridosis
 Mukormikosis (Fikomikosis)
 Multiple Mononeuropathy
 Multiple System Atrophy
 Myelography
 Narkolepsi
 Nefritis
 Nefritis Tubulointerstisialis Akut
 Nefritis Tubulointerstisialis Kronis
 Nefrosklerosis Maligna
 Nekrolisis Epidermal Toksika
 Nekrosis Kortikalis
 Nephrotomography
 Neuralgia Glossofaringeal
 Neuralgia Tibialis Posterior
 Neuralgia Trigeminal (tic douloureux)
 Neuroblastoma
 Neuroblastoma
 Neurodermatitis (Dermatitis Garukan Terlokalisir, Liken Simpleks Kronis)
 Neurofibromatosis
 Neuronitis Vestibularis
 Neuropati Herediter
 Neutropenia
 Nipple Discharge
 Nodul Pita Suara (Nodul Penyanyi)
 Nokardiosis
 Nyeri
 Nyeri Pada Jantung Kaki
 Nyeri Panggul
 Nyeri Perut
 Nyeri Perut Berulang
 Nyeri Punggung Bawah
 Obat-obatan alternatif
 Obat-obatan Yg Dilarang Digunakan Selama Kehamilan
 Obesitas
 Obesitas Pada Remaja
 Obstructive Sleep Apnea
 Oftalmia Neonatorum (Konjungtivitis Neonatorum)
 Omfalokel
 Onchocerciasis
 Onikomikosis
 Operasi Kanker
 Oppositional defiant disorder
 Optic Neuritis
 Orgasme Yang Terhambat
 Orkitis
 Osteoartritis
 Osteogenesis Imperfecta
 Osteokondrodisplasia
 Osteokondrosis
 Osteomielitis
 Osteopetrosis
 Osteoporosis
 Otitis eksternal
 Otitis Media Akut
 Otitis Media Kronis
 Otitis Media Sekretorisatau efusi
 Otosklerosis
 Overhidrasi (kelebihan cairan dalam tubuh)
 Panensefalitis Rubella Progresif
 Panensefalitis Sklerotik Subakut
 Pankreatitis Kronis
 Parafilia
 Paralisa Bell
 Paraparesis Spastik Tropikal
 Parasomnia
 Parkinsonism
 Paronikia
 Paronychia Kronis
 Paroxysmal Supraventricular Tachycardia (SVT, PSVT)
 Paru-paru Flock Worker
 Paru-paru Hitam (penyakit pekerja tambang)
 Pasca Persalinan
 Patah Tulang (fraktur)
 Patah Tulang Hidung
 Patah Tulang Kaki
 Patah Tulang Kaki Karena Tekanan (stress fracture)
 Patah Tulang Orbita
 Patent Ductus Arteriosus
 Pelarut Inhalan
 Pelepasan Retina
 Pembengkakan Kelopak Mata
 Pembengkakan Pada Penis
 Pembengkakan Pada Testis
 Pembengkakan Rongga Mata
 Pembesaran Hati (Hepatomegali)
 Pembesaran Limpa
 Pembesaran Prostat Jinak (BPH, Benign Prostatic Hyperplasia)
 Pembesaran Tonsil dan Kelenjar Gondok
 Pemeriksaan Diagnostik Untuk Penyakit Hati dan Kandung Empedu
 Pemeriksaan Diagnostik Untuk Saluran Pencernaan
 Pemeriksaan Ginjal (Pyelography Antegrade)
 Pemeriksaan Kandung Kemih (Cystography Retrograde)
 Pemeriksaan Saluran Empedu
 Pemeriksaan Saluran Kemih (Pyelography Intravena)
 Pemeriksaan Saluran Pankreas, Hati dan Saluran Empedu (Cholangiopancreatography Retrograde Endoskopic)
 Pemeriksaan Serial Saluran Pencernaan Atas dan Usus Halus
 Pemeriksaan Ureter (Ureteropyelography Retrograde)
 Pemeriksaan Uretra (Urethrography Retrograde)
 Pemfigus
 Pencangkokan
 Pencegahan Kanker
 Pencitraan Resonansi Magnetik Otak dan Tulang Belakang
 Pencitraan Resonansi Magnetik Pada Jantung
 Pencitraan Resonansi Magnetik Pada Rangka
 Penelanan Barium (Esophagram)
 Penganiayaan dan Penelantaran Anak
 Pengenalan Amnesia
 Pengobatan Kanker
 Penurunan Libido pada Wanita
 Penyakit Addison
 Penyakit Aorta Abdominalis dan Percabangan
 Penyakit Arteri Tungkai dan Lengan
 Penyakit Buerger
 Penyakit Cakar Kucing (Bartonellosis)
 Penyakit Creutzfeldt-Jakob (Sapi Gila)
 Penyakit Crohn (Enteritis Regionalis, Ileitis Granulomatosa, Ileokolitis)
 Penyakit Demyelination Primer Lain
 Penyakit Fabry
 Penyakit Gaucher
 Penyakit Gerstmann-Straussler-Scheinker
 Penyakit Ginjal Ateroembolik
 Penyakit Ginjal Polikista
 Penyakit Granulomatous Kronis
 Penyakit Hartnup
 Penyakit HatiatauHepatitis Alkoholik
 Penyakit Hemoglobin C, S-C dan E
 Penyakit Hirschprung
 Penyakit Hodgkin
 Penyakit Hodgkin (Limfoma Hodgkin)
 Penyakit Huntington (korea Huntington)
 Penyakit immunodefisiensi
 Penyakit Imunodefisiensi Kombinasi Parah
 Penyakit Jantung Koroner
 Penyakit Jaringan Ikat Campuran
 Penyakit Jaringan Penghubung Tercampur
 Penyakit Kecemasan Menyeluruh
 Penyakit Ketakutan (Fobia)
 Penyakit Kienböck’s
 Penyakit Kista Meduler
 Penyakit Legg-Calv?-Perthes
 Penyakit Legionnaire (Legionella pneumonia; Pontiac fever)
 Penyakit Lyme
 Penyakit Manik Depresif
 Penyakit Manik-Depresif (Kelainan Bipolar)
 Penyakit Meniere
 Penyakit Niemann-Pick
 Penyakit Obsesif-Kompulsif
 Penyakit Osgood-Schlatter
 Penyakit Pada Bibir
 Penyakit Paget
 Penyakit Paget
 Penyakit Paget Pada Puting Susu
 Penyakit Paget Pada Tulang (Osteitis deformans)
 Penyakit Parkinson
 Penyakit Paru Akibat Pekerjaan
 Penyakit Paru Obstruktif Menahun (PPOM)
 Penyakit Payudara Fibrokista
 Penyakit Penimbunan Glikogen
 Penyakit Peyronie
 Penyakit Pilonidal
 Penyakit Radang Panggul
 Penyakit Raynaud dan Fenomena Raynaud
 Penyakit Refsum
 Penyakit Scheuermann
 Penyakit Sel Sabit (sickle cell disease)
 Penyakit Seliak
 Penyakit Sever
 Penyakit Tay-Sach
 Penyakit Tulang K?hler
 Penyakit Turunan Metabolisme Piruvat
 Penyakit Veno-oklusif
 Penyakit Whipple (Lipodistrofi Intestinal)
 Penyakit Wolman
 Penyakit-penyakit Yg Bisa Mempersulit Kehamilan
 Penyalahgunaan Fensiklidin (PCP, debu malaikat)
 Penyalahgunaan Halusinogen
 Penyalahgunaan Inhalan (obat yang dihirup)
 Penyalahgunaan Marijuana
 Penyalahgunaan Obat dan Penggunaan Zat Terlarang
 Penyalahgunaan Obat Selama Kehamilan
 Penyebab dan Resiko Terjadinya Kanker
 Penyebab Lain Dari Penyumbatan Kerongkongan
 Penyempitan Saluran Urethra
 Penyumbatan Jantung
 Penyumbatan Mekanis Pada Usus
 Perawakan Pendek
 Perawatan Di Rumah Setelah Melahirkan
 Perdarahan Hidung (Epistaksis, Mimisan)
 Perdarahan Intrakranial
 Perdarahan Pada Kelainan Arteriovenosa
 Perdarahan Rahim Akibat Kelainan Fisik
 Perdarahan Rahim Disfungsional
 Perdarahan Saluran Pencernaan
 Perforasi Gendang Telinga
 Perforasi Septum
 PerforasiatauPerlubangan
 Pergelangan Kaki Yang Terkilir
 Perichondritis
 Perikarditis akut
 Perikarditis Kronis
 Perilaku Bunuh Diri
 Periodontitis (piore)
 Peritonitis (radang selaput rongga perut)
 Perkembangan dan Penyebaran Kanker
 Perlemakan Hati (Fatty Liver)
 Persalinan
 Persendian Charcot (Penyakit Sendi Neuropatik)
 Pertumbuhan Pada Penis
 Pertussis
 Perubahan Fisik Wanita Hamil
 Perubahan Warna Kuku
 Pharyngitis (Radang Tenggorokan) Pada Anak
 Pielonefritis
 Pingsan (sinkop)
 Pitiriasis Rosea
 Plag (Black Death)
 Pleurisi (radang pleura)
 Pneumokoniosis Jinak (Benign Pneumoconioses)
 Pneumonia (radang paru)
 Pneumonia Aspirasi (Aspiration pneumonia)
 Pneumonia Atipik (Walking pneumonia)
 Pneumonia Bakteri Gram Negatif
 Pneumonia Eosinofilik
 Pneumonia Jamur
 Pneumonia Karena Hemophilus influenzae
 Pneumonia pada bayi baru lahir
 Pneumonia Pneumokistik (Pneumokistosis)
 Pneumonia Pneumokokus
 Pneumonia Stafilokokus
 Pneumonia Virus
 Pneumonitis Hipersensitivitas (Pneumonitis Interstisial Alergika)
 Pneumonitis Kimia
 Pneumotoraks
 Poliarteritis Nodosa
 Polikondritis Kambuhan
 Polimialgia Rematika
 Polimiositis dan Dermatomiositis
 Polineuropati
 Polio
 Polip Di Usus Besar dan Rektum
 Polip Hidung
 Polip Kolorektal
 Polip Pita Suara
 Poliposis Familial
 Polisitemia
 Polisitemia Vera
 Porfiria
 Porfiria Intermiten Akut
 Porfiria Kutanea Tarda
 Postmaturitas (kelahiran janin usia tua)
 Postprandial Hypotension
 Prematuritas (kelahiran prematur)
 Priapisme (ereksi nyeri dan Menetap)
 Proktitis (radang lapisan rektum)
 Prolaps Katup Mitral (Mitral Valve Prolapse (MVP))
 Prolapsus Rektum
 Prosedur Persalinan dan Melahirkan
 Prostatitis (Radang Kelenjar Prostat)
 Proteinosis Alveolar Pulmoner (Alveolar Proteinosis)
 Protoporfiria Eritropoetik
 Psedofolikulitis Barbae
 Pseudogout
 Pseudoxantoma Elastika
 Psittakosis (Demam Burung Beo)
 Psoriasis
 Pubertas
 Pulpitis (radang pulpa gigi)
 Punggung Atlet Angkat Besi
 Purpura Alergika
 Pusing (Pening)
 Rabies (anjing gila)
 Radang Pankreasatau Pankreatitis Akut
 Radang Paru Perokok (Desquamative Interstitial Pneumonia)
 Radang Sendi Psoriasis atau Artritis Psoriatik (Psoriatic Arthritis)
 Radang Usus Besar (Diversion Colitis)
 Radang Usus Buntu (Appendicitis) pada Anak
 Rahang Retak
 Rahang Tidak Pada Tempatnya
 Rakitis Yg Resisten Terhadap Vitamin D
 Rambut yang Tumbuh Ke Dalam
 Reaksi Alergi
 Reaksi Alergi Akibat Olah Raga
 Reaksi Fotosensitivitas
 Refluk Asam (Refluks Gastroesofageal)
 Regurgitasi
 Regurgitasi Katup Aorta (Inkompetensia Aorta, Insuffisiensi Aorta, Aortic Regurgitation)
 Regurgitasi Katup Mitral
 Regurgitasi Katup Trikuspidalis (Inkompetensia Trikuspidalis, Insuffisiensi Trikuspidalis),(Tricuspid Regurgitation)
 Resesi Gusi
 Resesi Gusi
 Retinitis Pigmentosa
 Retinoblastoma
 Retinoblastoma
 Retinopati Diabetikum
 Retinopati Hipertensi (Hypertensive Retinopathy)
 Retinopati Pada Bayi Prematur
 Rewel, Menangis Berlebihan, dan Kolik
 Rinitis Alergika Musiman
 Rinitis Alergika Pereneal
 Rinitis Non-Alergika
 Robekan Pada Kerongkongan
 Rosaea
 Roseola Infantum
 Ruam Pada Bayi
 Ruptur Diskus Vertebralis
 Sakit Gigi
 Sakit Kepala
 Sakit Kepala Cluster
 Sakit Kepala Migren
 Sakit Kepala Tension
 Sakit Kuning (Jaundice)
 Sariawan (Chanker Sores, Ulkus Aftosa)
 Sarkoidosis (Sarcoidosis)
 Sarkoma Kaposi
 Sarkoma Kaposi (kanker pembuluh darah kulit)
 Scanning Aorta Abdominal
 Scanning Endoskopi Jantung
 Scanning Galium Pada Tubuh
 Scanning Jantung (Ekokardiogram)
 Scanning Kandung Dan Saluran Empedu
 Scanning Pada Ginjal
 Scanning Pada Hati dan Limpa
 Scanning Pada Kantong Darah Di Jantung
 Scanning Pada Thyroid
 Scanning Pembuluh Darah (Ultrasonografi Doppler)
 Scanning Teknetium Jantung
 Scanning Thalium Pada Jantung
 Scanning Thalium Persantin Pada Jantung
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Dada
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Ginjal
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Hati dan Saluran Empedu
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Otak
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Pankreas
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Rangka
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Struktur-Struktur di Sekitar Mata (Orbital)
 Scanning Tomografi Terkomputerisasi Pada Tulang Belakang
 Scanning Tulang
 Scanning Ultrasonogarfi Pada Tiroid
 Scanning Ultrasonografi Pada Hati
 Scanning Ultrasonografi Pada Pankreas
 Scanning Ultrasonografi Pada Pelvis
 Scanning Ultrasonografi Pada Sirkulasi Otak (Studi Transkranial Doppler)
 Scanning Ventilasi Paru-Paru
 Schistosomiasis
 Schizophrenia
 Schizophrenia Pada Masa Kanak-Kanak
 Sciatica
 Selaput Kerongkongan (Sindroma Plummer-Vinson, Disfagia Sideropenik)
 Selulitis
 Selulitis
 Selulitis Orbitalis
 Sembelit (Konstipasi)
 Sembelit Pada Anak
 Sensasi Globus (Histeria globus)
 Sepsis Neonatorum
 Serangan Iskemik Sesaat
 Serangan Jantung
 Serangan Panik dan Penyakit Panik
 Serous Otitis Media Pada Anak
 Sesamoiditis
 Setelah Perawatan Gigi
 Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS)
 Shin Splints Bidai Tulang Kering
 Short Bowel Syndrome
 Sick sinus syndrome
 Sifilis
 Sifilis Kongenitalis (sifilis pada janinataubayi)
 Sigelosis
 Silikosis (Silicosis)
 Sinar Matahari dan Kerusakan Kulit
 Sinar-X Pada Ginjal, Ureter dan Kandung Kemih
 Sinar-X Pada Jantung
 Sinar-X Pada Kandung Empedu (Cholecystography Oral)
 Sinar-X Pada Limpa (Splenoportography)
 Sinar-X pada Rahim dan Saluran Fallopi (Hysterosalphingography
 Sinar-X Pada Rongga Mata
 Sinar-X Pada Sendi (Arthrography)
 Sinar-X Pada Sinus
 Sinar-X Pada Tengkorak
 Sinar-X Pada Tulang Belakang
 Sinar-X Pada Usus Dua Belas Jari (Duodenografi Hipotonik)
 Sindrom bahu-tangan
 Sindrom Carpal Tunnel
 Sindrom Cubital Tunnel
 Sindrom Eaton-Lambert
 Sindrom Kuku Hijau
 Sindrom levator (Levator syndrome)
 Sindrom long QT
 Sindrom Malabsorbsi
 Sindrom Noonan
 Sindrom Pertumbuhan Bakteri Berlebihan
 Sindrom Radial Tunnel
 Sindrom Tarsal Tunnel
 Sindroma Alkohol Pada Janin
 Sindroma Alport
 Sindroma Aspirasi Mekonium
 Sindroma Bartter
 Sindroma Behcet
 Sindroma Budd-Chiari
 Sindroma Cri Du Chat
 Sindroma Defisiensi Poliglanduler
 Sindroma Distres Pernafasan (Penyakit Membran Hialin)
 Sindroma Down
 Sindroma Ehlers-Danlos
 Sindroma Empty Sella
 Sindroma Fanconi
 Sindroma Fibromialgia (Fibromiositis)
 Sindroma Gawat Pernafasan Akut
 Sindroma Goodpasture (Sindroma Ginjal Paru)
 Sindroma guillain-barr (Polineuritis asendens akut)
 Sindroma Hemolitik-Uremik
 Sindroma Hipoplastik Jantung Kiri
 Sindroma Kawasaki
 Sindroma Kematian Bayi Mendadak (SIDS, Sudden Infant Death Syndrome)
 Sindroma Klinefelter
 Sindroma Kulit Terbakar Karena Stafilokokus
 Sindroma Liddle
 Sindroma Marfan
 Sindroma Nail-patella
 Sindroma Nefritik Akut
 Sindroma Nefritik Kronik
 Sindroma Nefritik Progresif
 Sindroma Nefrotik
 Sindroma Neoplasia Endokrin Multipel
 Sindroma Ovarium Polikista (Sindroma Stein-Leventhal)
 Sindroma p (Sindroma Wolf-Hirschhorn)
 Sindroma Paraneoplastik
 Sindroma Premenstruasi (PMS)
 Sindroma Ramsay Hunt (Herpes Zoster pada telinga)
 Sindroma Reiter
 Sindroma Reye
 Sindroma Sakit Eutiroid
 Sindroma Saluran Torakikus
 Sindroma Shy-Drager
 Sindroma Sjogren
 Sindroma Syok Toksik
 Sindroma Tidur Apneu
 Sindroma Tourette
 Sindroma Turner
 Sindroma X Yang Rapuh
 Sindroma XXX
 Sindroma XYY
 Sinusitis
 Sirosis
 Sirosis Bilier Primer
 Sistem Kekebalan Tubuh 
 Sistem Reproduksi Pria
 Sistem Reproduksi Wanita
 Sistinuria
 Sistitis
 Sistitis Interstisialis
 Sistosarkoma Filodes
 Sitosterolemi
 Skabies (infeksi tungau)
 Skin Tags
 Skleritis (Radang Bagian Putih Mata)
 Skleroderma (Sklerosis Sitemik)
 Sklerosis Multipel (multiple sclerosis)
 Skoliosis
 Slipped Capital Femoral Epiphysis (SCFE)
 Spina Bifida (Sumbing Tulang Belakang)
 Spondilitis Ankilosing
 Spondilosis Servikalis
 Sporotrikosis
 Stenosis Katup Aorta
 Stenosis Katup Aorta (Aortic Stenosis)
 Stenosis Katup Mitral
 Stenosis Katup Pulmoner
 Stenosis Katup Pulmoner (Pulmonic Stenosis)
 Stenosis Katup Trikuspidalis (Tricuspid Stenosis)
 Sterilisasi
 Strabismus (Mata juling)
 Stres
 Stroke Iskemik
 Stupor dan Koma
 Subarachnoid Hemorrhage
 Sumbatan Arteri dan Vena Retina Pusat
 Sumbatan di Telinga Luar
 Syok (Shock)
 Syok Septik
 Syrinx
 Tabel Tinggi Badan – Berat Badan
 Tahap Perkembangan Bayi
 Tahi Lalat (Nevi)
 Tahi Lalat Atipik (Nevi Displastik)
 Taji Pada Tumit (Heel Spurs)
 Takikardi ventrikular
 Takipneu Transien (Sindroma Paru-paru Basah Pada Bayi Baru Lahir)
 Tekanan Darah Rendah atau Hipotensi
 Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
 Telangiektasi Hemoragik Herediter
 Telinga, Hidung dan Tenggorokan
 Tempurung lutut Chondromalacia
 Tendinitis Achilles
 Tendinitis dan Tenosinovitis
 Tendinitis Poplitealis
 Tendinitis Rotator Cuff
 Tengkorak Retak
 Terapi Kombinasi
 Terapi Radiasi
 Tes Aliran Darah Ke Paru-Paru (Scanning Perfusi Paru-paru)
 Tes Whitaker Untuk Fungsi Ginjal
 Tes Yodium Pada Kelenjar Thyroid
 Testis Tidak Turun dan Retractil
 Tetanus
 Tetralogi Fallot
 Thalassemia
 Tidak Mampu Menahan BerkemihatauIncontinence Pada Anak
 Tidak Mau Pergi Sekolah
 Tifus Murin
 Tinea Versikolor (panu)
 Tinnitus = Telinga Mendenging
 Tiroiditis (radang kelenjar tiroid)
 Tiroiditis Granulomatosa Subakut
 Tiroiditis Hashimoto (Tiroiditis autoimun)
 Tiroiditis Limfosotik Laten
 Toksokariasis
 Toksoplasmosis
 Toksoplasmosis Kongenitalis
 Tomografi Pada Dada
 Tonsilitis (Radang Amandel)
 Tonsillar Cellulitis dan Abscess
 Torsio Testis
 Tortikolis Spasmodik
 Trakoma
 Transfusi Darah
 Transplantasi Sel Punca (Stem Cell)
 Transposisi Arteri Besar
 Trauma
 Trauma Saluran Kemih
 Traveler’s Diarrhea (Flu Usus, Grippe, Turista)
 Tremor
 Trench Mouth (Infeksi Vincent,Gingivitis ulserativa nekrotikan akut)
 Treponematosis
 Trichiasis
 Trikinosis
 Trikomoniasis
 Trikuriasis (Infeksi cacing cambuk usus)
 Trombosis Sinus Kavernosus
 Trombosis vena dalam
 Trombosis Vena Porta
 Trombosis Vena Renalis
 Trombositopenia
 Tropical Spastic ParaparesisatauHTLV- yang Berhubungan dengan Myelopathy
 Tropical Sprue (Sariawan Tropikal)
 Tuberkulosis (TBC)
 Tuberkulosis pada bayi
 Tulang Tengkorak Retak
 Tularemia (Demam Kelinci, Demam Lalat Rusa)
 Tumbuh Gigi
 Tumor Hati
 Tumor Hati Hepatocellular Adenoma
 Tumor jantung
 Tumor Jantung
 Tumor Jinak Konjungtiva
 Tumor Kelopak Mata
 Tumor Kerongkongan Nonkanker
 Tumor kulit jinak Keratoakantoma
 Tumor Medula Spinalis
 Tumor Otak
 Tumor Pada Kuku
 Tumor Perut Nonkanker
 Tumor Saluran Empedu
 Tumor Saraf Pendengaran
 Tumor Telinga Luar
 Tumor Tulang Metastatik
 Tumor Tulang Non-Kanker
 Tumor usus halus
 Tumor wilms
 Tumor wilms
 Ulkus Dekubitus (Bedsores)
 Ulkus Kornea
 Ulkus Peptikum
 Ulkus Peptikum
 Ureteritis
 Uretritis
 Uretritis Non-Gonokokus dan Servisitis Klamidialis
 Uveitis (Radang Uvea)
 Vaginismus
 Vaginitis dan Vulvitis
 Variabel Imunodefisiensi Umum
 Varicocele
 Varises Vena (Varicose Veins)
 Vaskulitis (radang pembuluh darah)
 Venogram Pada Ginjal
 Verruca vulgaris pada kuku
 Vertigo
 Vertigo Postural (Vertigo Posisional)
 Vestibulitis
 Vipoma
 Virilization
 Vitamin
 Vitamin dan Mineral
 Vitiligo
 Voiding Cystourethrography
 Wolf-Parkinson-white Syndrome
 Xantomatosis Serebrotendinosa
Di atas adalah daftar nama-nama penyakit lengkap sesuai ilmu kedokteran, semogadengan adanya artikel ini anda bisa menambah wawasan tentang kesehatan.

sumber